Jakarta, CNN Indonesia — Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/ IMF) memperingatkan El Savador soal risiko penggunaan bitcoin sebagai mata uang resmi.
Peringatan itu disampaikan sehari setelah Presiden El Savador Nayib Bukele mengumumkan rencana pembangunan “Kota Bitcoin” pertama di dunia pada Sabtu lalu.

“Mengingat tingginya volatilitas harga bitcoin, penggunaannya sebagai mata uang resmi diikuti dengan risiko signifikan terhadap perlindungan konsumen, integritas keuangan, dan stabilitas keuangan,” ujar IMF dalam keterangan seperti dikutip dari AFP, Selasa (23/11).

Pernyataan itu dilontarkan setelah menjalankan misi pengawasan di negara di Amerika Tengah itu.

El Savador menggunakan dolar AS sebagai mata uang selama dua dekade terakhir. Pada September lalu, pemerintah setempat melegalkan bitcoin sebagai mata uang resmi dalam transaksi perdagangan.

Selanjutnya, IMF menilai penggunaan bitcoin meningkatkan risiko kewajiban kontijensi pada fiskal.

“Karena risiko-risiko tersebut, bitcoin seharusnya tidak digunakan sebagai mata uang resmi,” ujarnya.

Selain itu, IMF juga menyarankan agar Pemerintah El Savador mempersempit cakupan hukum bitcoin yang melegalkannya sebagai alat tukar resmi.

Lembaga keuangan internasional itu juga mendesak untuk memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap “ekosistem pembayaran baru”.

Sebagai informasi, Presiden El Savador Nayib Bukele mengumumkan rencana membangun Kota Bitcoin di kaki gunung berapi Conchagua. Pengumuman ia sampaikan saat menutup gelaran “Pekan Bitcoin” di Teotepeque akhir pekan lalu.

Kendati demikian, Bukele belum mengungkapkan kapan kota tersebut akan mulai dibangun. Pembangunan kota rencananya dibiayai oleh surat utang dengan jaminan bitcoin.