Legislatif

Minta Jokowi Selesaikan Konflik, Fadli: Blusukan Lah ke Papua

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan blusukan ke Papua. Hal ini dimaksudkan untuk meredakan ketegangan yang terjadi akhir-akhir ini di wilayah Papua.

“Menurut saya, Presiden perlu datang segera ke Papua, blusukan lah ke Papua,” kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (31/08/2019).

Baca Juga: Bahas Referendum Papua, Tengku Zul Minta Presiden Jokowi Mundur

Fadli menilai jokowi sangat lambat dalam menangani kerusuhan yang sudah menjalar di berbagai wilayah Papua dan Papua Barat tersebut.

“Kenapa kok sampai sekarang belum ke papua? Kenapa harus nunggu sampai September? Sekarang dong datang,” kata Fadli.

Fadli juga menilai selama ini Jokowi justru sibuk mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk memindahkan Ibu Kota ke Kalimantan Timur ketimbang mengurusi konflik di Papua.

“Malah pemindahan Ibu Kota, tidak penting-penting amat. Papua jauh lebih lenting kita engage, kita hadapi persoalannya,” katanya.

Selain itu, untuk menurunkan tensi di Papua, Fadli Zon meminta Jokowi menemui seluruh elemen masyarakat yang ada di Papua. Dari mulai tokoh adat, tokoh lintas agama, hingga tokoh lintas agama.

Baca Juga: Wiranto: Kami Tahu Siapa Dalang Kerusuhan di Papua

“Supaya bisa tentu meredakan, karena ini pertaruhan besar menurut saya, bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” jelasnya.

“Dengarkan apa mereka maunya,” tambahnya.

Ketua Umum Partai Gerindra ini mengaku prihatin terjadi kerusuhan di Papua. Ia meminta pemerintah dan aparat keamanan mengambil langkah cepat dan tepat agar konflik di Papua bisa diakhiri.

“Kita mengimbau kepada pemerintah dan aparat untuk segera mengambil langkah-langkah yang cepat dan tepat. Karena kalau ini dibiarkan saya kira akan mengancam wilayah NKRI, integritas kita, jadi tentu harus ada langkah-angkah yang cepat dan jitu,” ucap Fadli.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu turut mengkritik pernyataan Jokowi terkait meletusnya kerusuhan di Jayapura, Kamis (29/8) kemarin. Ia menilai pernyataan Jokowi yang menyerukan perdamaian itu seperti ajakan melakukan halalbihalal bagi masyarakat.

“Lihat saja pernyataan presiden itu kan kaya ngajak halalbihalal. Mari kita saling maaf memaafkan dan sebagainya. Imbauan itu menurut saya nggak didengar. Kasus ini melebar kemana-kemana. Jadi harusnya dudukkan langkahnya secara lebih strategis,” kata Fadli.

Baca Juga: Habib Rizieq: Daripada Papua Lepas dari NKRI, Lebih Baik Jokowi Lepas Jabatan

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andrea Rosiade juga menyarankan Presiden Jokowi berkantor di Papua.

Saran tersebut diloantarkan agar dapat mendinginkan suasana di Papua yang belakangan terjadi gejolak hingga kerusuhan.

Terlebih, ia menyebut pasangan Jokowi-M”ruf Amin dalam Pilpres 2019 berhasil merebut lebih dari 90 persen suara masyarakat Papua

“Saya usulkan Pak Jokowi dan jajaran kabinetnya segera berkantor di Papua,”.

“Sebagai pemenang lebih 90 persen Pilpres 2019 di Papua, tentu bisa menyejukkan suasana di Papua,” ujar Andrea Rosiade kepada wartawan, Jumat (30/8/2019).

Loading...