Pemerintahan

Prabowo Siap Kembalikan Lahan di Kaltim untuk Bangun Ibu Kota Baru

Pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan petinggi PPP, Kamis (15/8/2019).

Keputusan Presiden Joko Widodo memindahkan ibu kota negara mendapat beragam respons dari berbagai kalangan. Tak terkecuali dari Partai Gerindra yang menyambut baik rencana tersebut.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo mengungkapkan, ketua umumnya, Prabowo Subianto, mempunyai lahan di Kalimantan Timur (Kaltim) dan siap memberikan lahannya itu untuk bangsa dan negara.

“Tidak hanya itu dan sekalipun tidak ada apa-apanya bagi kami demi kebaikan bangsa dan negara kami akan lakukan itu bahkan kalau diminta lahan kami pun saya yakin Pak Prabowo akan kasih,” kata Edhy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Baca Juga: Ibu Kota Pindah, Anies Akan Sulap Gedung Kosong Jadi Taman

Edhy mengatakan, selain lahan milik Prabowo, ada juga lahan milik Hashim Djojohadikusumo, adik dari Prabowo Subianto, sebagian di Penajam Paser. Namun, ia tidak tahu persis dimana lahan tersebut berada.

“Saya pikir kita tidak perlu berpolemik tentang itu. Bicara apapun Pak Prabowo sudah menyampaikan kepada publik kepada kita semua kepada seluruh rakyat Indonesia manakala diperlukan untuk kepentingan negara beliau akan siap untuk memberikan apapun yang beliau miliki itu yang selama ini,” ungkapnya.

Dia menambahkan, partainya sedari awal mendukung tentang pemindahan ibu kota negara tersebut. Bahkan dulu Gerindra sempat mengusulkan pemindahan ibu kota di Jonggol, Jawa Barat.

“Kami sampaikan, kami sendiri itu mengusulkan bukan di Kaltim, di Jonggol Kenapa harus ke Kaltim kalau di Jonggol bisa itu saran kami,” ucapnya.

Baca Juga: Prabowo Klaim Rencana Pemindahan Ibu Kota Perjuangan Gerindra Sejak 2014

‎Sekadar informasi, dalam debat Pilpres 2019 lalu, capres petahana Jokowi menyinggung kepemilikan lahan milik calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah.

“Pak Prabowo memiliki lahan sangat luas di Kalimantan Timur, sebesar 220.000 hektar. Juga di Aceh Tengah 120.000 hektar,” ungkap Jokowi kala itu.

Sementara Prabowo Subianto juga mengakui penguasaan lahan seluas ratusan ribu hektare, masing-masing 220.000 hektar di Kalimantan Timur, dan 120.000 hektar di Aceh Tengah.

Namun, Prabowo menegaskan, status lahan tersebut merupakan hak guna usaha (HGU).

Baca Juga: Fadli Zon: Jonggol Lebih Layak Jadi Ibu Kota Indonesia

“Saya juga minta izin tadi disinggung tentang tanah yang katanya kita kuasai di berbagai tempat. Itu benar,” kata Prabowo.

Dengan status HGU, Prabowo mengatakan, lahan tersebut merupakan lahan milik negara. Dengan begitu, bila sewaktu-waktu negara ingin mengambil, Prabowo akan merelakannya.

Loading...