Pemilu, Pilpres

FPI: Habib Rizieq Ingin Pulang, Tapi Dicegah

Foto: Habib Rizieq Shihab

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab sejak 2017 berada di Arab Saudi. Kepergiannya menimbulkan sejumlah pertanyaan, terutama terkait alasan dirinya masih tak kunjung pulang ke Tanah Air.

Juru bicara FPI, Munarman menegaskan bahwa sebenarnya Habib Rizieq bukan tidak ingin pulang, akan tetapi memang ada pihak dari Indonesia yang mencegah pentolan FPI itu keluar Arab Saudi.

Baca Juga: Tinggalkan Prabowo, PA 212: Tunggu Komando Habib Rizieq

“Saya mau tegaskan sekali lagi bahwa Habib Rizieq bukan tidak mau pulang. Tetapi Habib Rizieq tidak bisa pulang karena terhalang karena ada handicapnya, yaitu berupa pencegahan keluar dari luar wilayah Saudi atas permintaan dari pihak kita di sini,” ujar Munarman yang juga menjabat Sekretaris Umum FPI itu di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Senin (15/7).

Munarman mengaku, telah berkali-kali mengunjungi Habieb Rizieq dan diperlihatkan beberapa dokumen serta mendapat cerita tentang pengalaman Rizieq saat interview dan wawancara dengan pihak otoritas Saudi.

“Bahwa clear tidak bisa dibohongi. Bahwa permintaan supaya Habib Rizieq tidak keluar-keluar dari sini (Arab Saudi). Clear,” tegasnya.

Kendati demikian, Munarman enggan menjawab saat ditanya siapa yang melarang Habib Rizieq pulang ke Indonesia. Dia hanya menjelaskan adanya permintaan dari dalam negeri untuk melarang Imam Besar FPI itu pulang.

Baca Juga: Bikin Habib Rizieq Overstay, FPI Minta Pemerintah Tanggung Jawab

“Begitu Habib Rizieq ingin keluar, tidak bisa. Dilarang keluar, kenapa? Ya, tidak tahu alasannya, pokoknya ada permintaan. Nah ini kemudian berulang dipertanyakan,” katanya.

Dia menyatakan, pihaknya akan terus berusaha untuk memulangkan Habib Rizieq. Bahkan, dari awal Ijtima Ulama I digelar, FPI bersama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama telah memperjuangkan itu.

“Itu salah satu bentuk yang kami sebut ketidakadilan. Itu yang kami sebut dengan bentuk kezaliman. Tentu saja, kalau itu terjadi, akan kami perjuangkan. Ada atau tidak ijtima, itu yang saya katakan di awal tadi para ulama tadi memperjuangkan keadilan dalam segala bentuknya,” tutur Munarman.

Diketahui, pemerintah sebelumnya sudah menjawab tudingan ini. Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi KSP Ali Mochtar Ngabalin dari Kantor Staf Presiden (KSP) menyebut pemerintah meminta Rizieq dicegah keluar dari Saudi tersebut fitnah.

Baca Juga: Tetap Jadi Oposisi, Amien Rais Beri Kesempatan Jokowi Pimpin 5 Tahun Lagi

“Itu fitnah dan berita bohong yang menyesatkan publik Indonesia. Jangan ulangi kebiasaan menyebarkan berita hoax seperti masa kampanye kemarin kalau ada pihak mereka yang memegang fakta dan data terkait dengan pencekalan Rizieq Syihab kembali ke Tanah Air sebaiknya mereka buka saja ke publik,” ujar Ngabalin, Sabtu (13/7).

Menurut Ngabalin, pemerintah tidak ikut campur mengenai domisili Habib Rizieq saat ini. Ia pun mengaku keberatan atas tuduhan tersebut.

“Rizieq mau balik atau mau menetap di Saudi Arabia bagi pemerintah, kami, nggak ada urusan. Silakan saja. Tapi saya untuk dan atas nama pemerintah keberatan kalau semua tuduhan sampah itu dialamatkan kepada Presiden Joko Widodo dan pemerintahan beliau,” kata Ngabalin.

Loading...