Hukum, Pemilu, Pilpres

BPN: Prabowo-Sandi Akan Legawa Jika Kalah di MK

Prabowo Subianto ( Foto: Novian Ardiansyah )

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hendarsam Marantoko mengatakan, Prabowo Subianto- Sandiaga Uno akan menerima hasil pada saat sidang putusan sengketa Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK). Termasuk apabila kemungkinan terburuk gugatan tidak diterima oleh MK. Sidang putusan itu akan berlangsung pada 28 Juni mendatang.

BACA JUGA: Bambang Widjojanto Pimpin Tim Hukum Prabowo ke MK

“Iya, pasti kami menerima (apabila gugatan ditolak MK),” kata Hendarsam di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (22/6).

Hendarsam mengatakan, pihaknya patuh pada proses hukum, sebagaimana kedua jagoan mereka, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Dia mengklaim, kedua sosok tersebut memiliki rekam jejak (track record) yang baik.

“‎Bahwa kami taat kepada aturan hukum. Pak Prabowo dan Pak Sandi track recordnya sangat jelas bahwa sangat patuh dan taat terhadap semua proses hukum yang ada di Indonesia,” kata Hendarsam.

“Jadi hukum akan kita jadikan panglima akan kita jadikan patokan bahwa apakah ini akan berlanjut atau selesai sampai di sini,” sambung Hendarsam.

Meski demikian, bukan berarti pihaknya akan puas dengan hasil yang akan diputuskan oleh Majelis Hakim MK jika permohonan mereka tak dikabulkan. Oleh karena itu, pihaknya mesti berjiwa besar jika apa yang diharapkan tak sesuai.

BACA JUGA: Amien Rais Pesimis Gugatan Tim Prabowo-Sandi ke MK akan Mengubah Keadaan

“Kalau dibilang terbaik mungkin tidak semua orang mungkin tidak akan puas. Tetapi dalam menghadapi hal kita harus punya hati yang besar kita harus berjiwa besar dan jiwa besar itu mahal sekali harganya dan itu value yang sangat besar yang harus kita dapatkan yang harus didapatkan pelajaran,” ungkap Hendarsam.

“Dari sini kita dapatkan bagaimana kita contoh melihat dari kacamata kita melihat begitu banyak curang, tetapi ternyata itu tidak menang atau sebaliknya kan begitu kan dari sana dari pihak Pak Jokowi nyata dia tidak boleh curang cuma akhirnya dia didiskualifikasi,” sambung Hendarsam.

Hendarsam pun menegaskan, pihaknya meski legowo apabila apa yang diharapkan selama ini tak sesuai pada saat sidang putusan sengketa Pemilu 2019 mendatang.

“Tetapi nilai yang lebih dari itu bagaimana kita berjiwa besar legowo menghadapi itu sehingga kita bisa mendapatkan peningkatan nilai kehidupan yang bisa kita terapkan ketika masyarakat sebenarnya pembelajaran juga masyarakat,” tegas Hendarsam.

BACA JUGA: 7 Tuntutan Tim Hukum BPN ke MK: Jadikan Prabowo-Sandi Presiden atau Pemilu Ulang!

Sekadar informasi, tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas dugaan kecurangan dalam pilpres 2019. BPN Prabowo-Sandi merasa mereka dirugikan atas dugaan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif tersebut.

Pada 25-27 Juni 2019 nanti, sembilan hakim MK bakal menggelar rapat permusyawarahan membahas mengenai sidang yang telah dilakukan. Setelah itu pada 28 Juni lembaga penguji undang-undang ini akan memutuskan gugatan yang dilayangkan BPN Prabowo-Sandi tersebut.

 

Loading...