Pemilu, Pilpres

Titiek Soeharto Sebut Pemilu 2019 Lebih Curang dari Era Orde Baru

Titiek Soeharto
Prabowo Subianto bersama Titiek Soeharto dalam kampanye Pilpres di Lapangan Kemiri, Purworejo, Selasa (2/4/2019). (Foto: Lamhot Aritonang/detikcom)

Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto menuding telah terjadi kecurangan yang sangat besar dalam Pemilu 2019 ini. Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi itu bahkan menyebut Pemilu kali ini lebih curang dari yang terjadi pada zaman Presiden ke-2 RI Soeharto.

“Kecurangan bisa dilihat dengan kasat mata. Dulu dikatakan zaman Pak Harto bahwa Pemilu-nya curang, tapi ternyata sekarang Pemilu-nya jauh lebih curang. Betul?” kata Titiek di Rumah Perjuangan Rakyat, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).

Titiek mengatakan pihaknya tidak akan tinggal diam dengan kecurangan yang terjadi. Menurutnya, kecurangan tersebut telah merampas kedaulatan rakyat. Putri penguasa Orde Baru itu mengklaim ada jutaan suara rakyat yang dicuri.

“Satu suara saja dicuri itu adalah suatu mencuri hak rakyat, apalagi ini jutaan suara rakyat yang dicuri,” ujar Titiek.

Baca: Titiek Soeharto: Kita Tidak Akan ke MK, Kita Berjuang di Jalanan

Mantan istri calon presiden 02 Prabowo Subianto ini juga menyebut kecurangan dalam Pemilu 2019 merupakan pengkhianatan terhadap bangsa dan negara. Dia menilai Pemilu kali ini telah memecah belah bangsa Indonesia.

Politikus Partai Berkarya itu bahkan menyebut masyarakat telah dibohongi atas kecurangan yang terjadi.

“Kita terpecah belah, memecah persatuan dan kesatuan bangsa ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Titiek menuding kecurangan yang terjadi pada Pemilu membuktikan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) gagal menjalankan demokrasi. Menurutnya pemerintah gagal menjalankan prinsip dasar demokrasi, yakni kejujuran dan keadilan.

“Jadi tanpa kejujuran dan keadilan pemerintah tidak dapat memberikan bagi bangsa ini,” ujarnya.

“Bersatu, rapatkan barisan, menyatukan langkah kita untuk memerangi kecurangan ini, kita perangi kecurangan ini untuk anak cucu kita nanti,” imbuhnya.

Tidak Akan ke MK

Sebelumnya, Titiek memastikan bahwa paslon capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak akan membawa sengketa hasil Pilpres 2019 ini ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Titiek mengaku trauma soal pelaporan kecurangan Pemilu di MK. Dia menuturkan, pada Pilpres 2014 lalu, pihaknya tidak mendapat keputusan yang diinginkan terkait laporan kecurangan ke MK.

“Kayanya kita ke MK nggak, karena kita pernah pengalaman di 2014, kita ke MK, judulnya belum diperiksa, bukti-buktinya belum diperiksa, sudah diketok yang menang sebelah sana. Jadi kayanya sekarang kita tidak akan ke MK lagi, jadi kita akan berjuang di jalanan,” kata Titiek.

Loading...