Pemilu, Pilkada, Pilpres

Rekor Jokowi 5 Kali Menang Berturut-turut di Pemilu Sejak Pilkada Solo 2005

Jokowi
Jokowi di Konser Putih Bersatu di Stadion GBK, Sabtu (13/4/2019). (Foto: Pradita Utama/detikcom)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan hasil akhir rekapitulasi perhitungan suara Pilpres 2019.

Dari hasil rapat pleno yang selesai Selasa (21/5/2019) dini hari, pasangan capres cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin unggul atas rivalnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Maruf meraih 85.607.362 suara atau 55,50%. Sementara paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, meraih 68.650.239 suara atau 44,50 %.

Selisih suara kedua pasangan mencapai 16.957.123 suara atau 11%.

Hasil rekapitulasi KPU secara nasional ini terdiri atas perolehan suara di 34 provinsi dan 130 panitia pemilihan luar negeri (PPLN).

KPU menyebut jumlah suara sah nasional mencapai 154.257.601.

KPU memberi kesempatan tiga hari bagi peserta yang tidak puas terhadap hasil pemilu untuk melaporkannya pada Mahkamah Konstitusi (MK).

Jika tidak ada gugatan ke MK, maka penetapan calon presiden dan wakil presiden terpilih, akan dilakukan 3 hari setelah pengumuman hasil rekapitulasi pemilu, yakni tanggal 24 Mei 2019.

Namun jika ada gugatan, maka KPU akan menunggu hasil putusan MK sebelum menetapkan presiden wakil presiden terpilih.

Jika tidak ada gugatan dan Jokowi-Maruf ditetapkan sebagai pemenang Pilpres, maka Jokowi secara tidak langsung telah memecahkan rekor sebagai pemenang di 5 pemilu berturut-turut.

Pilkada Solo 2005

Jokowi pertama kali menjadi peserta Pemilu di Pemilihan Wali Kota Surakarta pada 27 Juni 2005 silam. Waktu itu Jokowi menggandeng F.X. Hadi Rudyatmo sebagai calon wakil walikota Solo.

Pada saat itu pasangan Jokowi-Rudy unggul atas lawannya, Achmad Purnomo-Istar Yuliadi, serta dua kandidat lainnya. Jokowi-Rudy meraih 99.747 suara atau 36,62% suara. Sementara Achmad Purnomo-Istar Yuliadi memperoleh 79.213 suara atau 29,08%. Sisa suara diraih dua peserta lainnya.

Pilkada Solo 2010

Jokowi kembali mengikuti Pilkada di tahun 2010. Pemilihan Wali Kota Surakarta 2010 digelar pada 26 April 2010 untuk memilih Wali Kota Surakarta periode 2010-2015.

Jokowi kembali menggandeng F.X. Hadi Rudyatmo sebagai calon wakil walikota. Jokowi-Rudy kembali meraih kemenangan gemilang dengan 248.243 suara atau 90,09% atas lawannya, Eddy Wirabhumi-Supradi Kertamenawi.

Pilkada DKI Jakarta 2012

Dari Solo, Jokowi ‘terbang’ ke Jakarta untuk mengikuti pemilihan gubernur DKI Jakarta Periode 2012-2017.

Joko Widodo menggandeng Basuki T. Purnama atau Ahok sebagai calon wakil gubernur.

Ada lima kandidat lain yang menjadi peserta pada Pilkada DKI Jakarta 2012 putaran pertama, yakni Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli, Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria, Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini, Faisal Batubara-Biem Triani Benjamin, dan Alex Noerdin-Nono Sampono.

Di putaran pertama, Jokowi-Ahok unggul 42,6% diikuti Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dengan 34,05%.

Kemudian, pada putaran kedua, empat kandidat calon gubernur dan wakil gubernur tereliminasi, tersisa Jokowi-Ahok dan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.

Di putaran kedua yang merupakan penentu, Jokowi-Ahok unggul dengan 2.472.130 suara atau 53,82%. Sedangkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli kalah dengan perolehan 2.120.815 suara atau 46,18%.

Pilpres 2014

Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Tahun 2014 (Pilpres 2014) diselenggarakan pada 9 Juli 2014.

Pemilihan umum untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Indonesia untuk masa bakti 2014-2019 ini diikuti oleh dua pasang calon, yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo (Jokowi)-Muhammad Jusuf Kalla (JK).

Hasilnya, pasangan Jokowi-JK memenangkan Pilpres 2014 dengan perolehan 70.997.833 atau persentase 53.15%.

Sedangkan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa meraih 62.576.444 suara dengan 46.85%.

Pilpres 2019

Jokowi (kedua kanan), Ma’ruf Amin (kanan), Jusuf Kalla (kedua kiri) dan Erick Thohir. (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Pada Pilpres 2019, Jokowi kembali berhadapan dengan Prabowo.

Hasil rekapitulasi penghitungan suara nasional untuk Pilpres 2019 menetapkan Jokowi yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin dinyatakan unggul dengan perolehan 85.607.362 suara atau 55,50 persen. Sedangkan, Prabowo yang kali ini berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno hanya mendapat 68.650.239 suara atau 44,50 persen.

Ketua KPU, Arief Budiman, menyatakan jika tidak ada pihak-pihak yang mengajukan sengketa pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK), maka pada tiga hari setelahnya, atau pada 27 Mei 2019, pihaknya sudah bisa menetapkan pasangan calon terpilih Pilpres 2019.

Loading...