Pemilu, Pilpres

Petisi Dukung Polri Tangkap Amien Rais Tembus 70 Ribu Lebih Dukungan

Amien Rais
Amien Rais saat menjenguk Ahmad Dhani di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (31/1). (Foto: istimewa)

Petisi Dukung Polri Tangkap Amien Rais di situs change.org mendapat respons luas dari masyarakat. Hingga Jumat (24/5/2019) pukul 15.30 sudah ada lebih dari 70 ribu dukungan untuk petisi yang dibuat oleh Adi Kurniawan tersebut.

Petisi itu dibuat karena Amien Rais selaku Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dianggap sebagai dalang dan provokator yang menyebabkan kerusuhan 21 dan 22 Mei di sejumlah wilayah di DKI Jakarta.

Petisi Dukung Polri Tangkap Amien Rais diinisiasi oleh Adi .

Adi Kurniawan yang juga merupakan Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara itu menggulirkan petisi Tangkap Amien Rais karena menganggap Pemilu seharusnya sudah selesai seiring dengan pengumuman kemenangan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (21/5/2019).

Adi menganggap persatuan rakyat penting untuk dirajut kembali demi mempertahankan keutuhan bangsa, bukan malah mementingkan kepentingan orang atau kelompok tertentu.

“Kami melihat pasca pilpres 2019 ini rakyat terus diprovokasi untuk melakukan upaya-upaya melanggar hukum untuk membela capres-cawapres tertentu atas dalih adanya kecurangan dalam kontestasi tersebut. Dan itu terus digulirkan dari malam sampai pagi tadi 21-22 Mei 2019 terjadi demonstrasi yg mengakibatkan kerusuhan di Bawaslu RI-Tanah Abang-Petamburan, Jakarta Pusat,” demikian Adi menuliskan pengantar di petisi tersebut.

“Kami tahu siapa dalang dari semua itu. Dan salah satunya adalah Amien Rais. Polri harus segera tangkap dan periksa Amien Rais karena dia adalah salah satu bagian dari provokator yang menyebabkan kerusuhan terjadi. Polri kami bersamamu, Rakyat bersamamu!” lanjutnya.

Adi menargetkan petisi itu mendapat dukungan dari 75 ribu orang.

Selengkapnya bisa dilihat di sini

Sementara itu Juru bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menyatakan, pihaknya tak mau ambil pusing dengan munculnya petisi tersebut.

“Silakan saja, tapi kami ada banyak hal yang lebih penting untuk diperhatikan dengan serius,” kata Andre seperti dikutip CNNIndonesia.com, Jumat (24/5/2019).

Hal penting itu, kata Andre, adalah bungkamnya Jokowi selaku presiden terhadap 8 orang tewas saat mengikuti aksi 22 Mei. Andre menilai hal itu bertolak belakang dengan gaya sesumbar Jokowi yang mengklaim akan membawa 100 persen keadilan untuk rakyat.

“Tapi 8 warganya tewas Jokowi bungkam seribu bahasa. Itu lebih wajib dikomentari dibanding hanya petisi pak Amien Rais,” ujar Andre.

Andre menyatakan BPN juga mendesak agar peristiwa kekerasan di aksi 22 Mei segera diusut tuntas.

“Itu video sudah jelas ada kekejaman, masyarakat dipukuli dan diseret oleh polisi di aksi 22 Mei. Harus diungkap dan bentuk tim pencari fakta independen,” tegas Andre.

Politikus Partai Gerindra ini menilai hingga saat ini baik Kapolri ataupun Presiden belum juga menunjukkan upaya serius untuk mengungkap aksi brutal aparat terhadap warga negara.

Loading...