Hukum

Pengakuan Putri Perekam Video Ancam Jokowi: Mama Coba Hapus Tapi Sudah Tak Bisa

Ina Yuniarti
Ina Yuniarti (kaca mata hitam), perekam video saat HS ancam Presiden Jokowi.

Ina Yuniarti, perekam video saat Hermawan Susanto (HS) mengancam Presiden Joko Widodo (Jokowi), sudah berhasil diamankan kepolisian.

Putri Ina, Hilary Putri Armana (20), menuturkan aktivitas ibunya selama menjadi relawan pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Hilary pun mengakui jika ibunyalah yang merekam video menghebohkan tersebut.

“Mama saya itu videonya banyak banget (pas demo) sama foto-fotonya. Nah dia langsung kirim ke grup WA yang ada relawan-relawan lainnya,” kata Hilary kepada wartawan di rumahnya di Grand Residence City, Setu, Kabupaten Bekasi, Rabu (15/5/2019).

Hilary mengatakan, bukan ibunya yang meng-upload video itu ke media sosial yang kemudian menjadi viral.

“Bukan ibu, yang upload itu namanya Deni Siregar, sama cewek satu lagi cuma nggak tahu nama aslinya,” kata Hilary.

Begitu video tersebut viral, Ina mencoba untuk menghapusnya. Namun, kata Hilary, sudah tidak bisa lagi.

“Pas viral mama saya baru lihat lagi dan videonya udah nggak bisa dihapus di WA,” ujar Hilary.

Hilary menuturkan, ibunya aktif sebagai relawan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga hingga masa setelah pencoblosan Pilpres 2019.

“Awalnya relawan di TPS, terus relawan aktif gitu,” katanya.

Hilary juga tahu ibunya ikut aski unjuk rasa di depan kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Jumat (10/5) lalu. Di situlah Ina mengabadikan video ketika Hermawan Susanto melontarkan ancaman akan memenggal kepala Jokowi.

“(Alasan ikut demo) sekedar buat relawan aja, iya sukarela biasa aja karena mama saya pendukungnya 02. Tapi awalnya nggak bilang mau ke Bawaslu sih,” tuturnya.

Menurut Hilary, ibunya berangkat ke Jakarta mengikuti aksi itu bersama seorang teman perempuannya. Hilary menyebut ibunya tak mengenal dengan Hermawan.

“Nggak, yang cowok itu baru pertama kali lihat sih. Awalnya mama saya selfie, terus nyuruh orang (gabung) terus muter-muter gitu. Tiba-tiba orang itu datang. Mama saya kenalnya cuma sama cewek yang namanya Anna (di video) di sebelahnya yang pakai kacamata,” tuturnya.

Ina Yuniarti kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Ina Y sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Rabu (15/5/2019).

Polisi menjeratnya dengan pasal berlapis.

“Pelaku tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE dengan modus pengancaman pembunuhan terhadap Presiden RI yang sedang viral di media sosial saat sekarang ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 104 KUHP, Pasal 110 junto Pasal 104 KUHP, Pasal 27 ayat 4 junto Pasal 45 ayat 1 UU RI nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang ITE,” jelas Argo.

Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut dan masih memeriksa Ina secara insentif. Ina saat ini berada di gedung Direktorat Krimum Polda Metro Jaya.

Loading...