Pemilu, Pilpres

Pendukung Prabowo di Surabaya Buka Layanan Paket “Tour Jihad” untuk Aksi 22 Mei

Ilustrasi: Relawan yang tergabung dalam Emak-emak Pro Demokrasi membentangkan spanduk saat menggelar aksi di depan gedung Komisi Pemulihan Umum (KPU), Jakarta, Minggu, 21 April 2019. (Foto: TEMPO/M Taufan Rengganis)

Sebagian pendukung pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga menjadikan momentum aksi 22 Mei sebagai peluang untuk membuka jasa tur dengan nama ‘Jihad Surabaya-Jakarta’

Sebagaimana dilaporkan CNNIndonesia.com, di grup WhatsApp pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, para anggota umumnya membicarakan rencana aksi 22 Mei — yang diidentikkan dengan gerakan people power. Pada hari itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelesaikan penghitungan suara Pileg, Pilpres, dan DPD.

Di antara ajakan ‘jihad’ pada 22 Mei 2019 mendatang, ada pula penawaran berisi paket tur. Paket perjalanan tersebut dinamakan ‘Tour Jihad Jakarta’. Berisi paket tur dari Surabaya menuju Jakarta.

“Tour Jihad Jakarta. Paket Puas 5 Hari Plus Penginapan Tanpa Makan,” demikian dikutip dari pesan yang beredar di salah satu grup WhatsApp simpatisan pendukung Prabowo-Sandi, Kamis (16/5/2019), seperti dilansir CNN Indonesia.

Baca juga: Titiek Soeharto: Kita Tidak Akan ke MK, Kita Berjuang di Jalanan

Ada beberapa jenis paket yang disediakan. Pertama, bus besar isi 50 orang. Biayanya dipatok Rp450 ribu. Kedua, paket bus mini isi 30 orang seharta Rp 400 ribu. Paket ketiga yakni mobil Elf. Muat untuk 12 orang. Harga dipatok Rp600 ribu. Paket keempat yaitu mobil Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, atau Suzuki Ertiga. Muat 6 orang dengan biaya Rp600 ribu.

Tur berangkat dari Surabaya menuju Jakarta pada 19 Mei pukul 06.00 WIB. Kemudian pulang dari Jakarta ke Surabaya pada 23 Mei di waktu subuh.

“Pembayaran terakhir tanggal 17 Mei 2019,” mengutip penggalan pesan paket Tour Jihad Jakarta.

Roni, salah satu koordinator Tour Jihad Jakarta membenarkan hal tersebut. Dia mengaku memang mengoordinir relawan Prabowo-Sandi di Surabaya yang ingin berangkat bersama ke Jakarta.

“Itu benar. Iya Tour Jihad Jakarta,” ucap Roni kepada CNNIndonesia.com, Jumat (17/5/2019).

Roni mengklaim tidak bekerja sama dengan PO Bus dan tempat penyewaan mobil tertentu. Dia mengatakan mobil yang digunakan merupakan milik relawan.

Perihal bus, sama dengan seperti melalui terminal dari Surabaya menuju Jakarta. Dengan kata lain, tidak ada bus yang disewa untuk mengangkut relawan yang ikut dalam Tour Jihad Jakarta.

Roni keberatan jika Tour Jihad Jakarta disebut sebagai bisnis. Dia mengaku tidak berniat mengambil keuntungan sama sekali. Harga yang dipatok juga disesuaikan dengan harga tiket bus dan penginapan.

Bahkan, Roni mengatakan dirinya dan relawan lain bakal membantu relawan yang ingin ikut namun hanya memiliki Rp200 ribu.

“Tapi kalau ada yang ingin memberikan sumbangan juga kami terbuka. Insyaallah amanahlah,” ujar Roni.

Sejauh ini, kata Roni, baru ada 80 orang yang mendaftar. Roni mengatakan kemungkinan rombongan akan berangkat menggunakan bus berukuran besar.

Jumlah tersebut tergolong kecil. Akan tetapi, Roni mengatakan banyak relawan dari Surabaya menuju Jakarta menggunakan moda transportasi lain. Misalnya kereta api dan pesawat. Banyak pula yang menggunakan mobil pribadi.

Mengenai titik kumpul dan bus yang akan digunakan, Roni enggan membeberkan. Roni mengaku takut ada pihak yang mencoba menghambat keberangkatan dari Surabaya ke Jakarta.

“Saya dengar PO bus juga sudah dilarang membawa massa ke Jakarta,” ucap Roni.

Sementara itu, terkait penamaan ‘Tour Jihad Jakarta’, Roni menjelaskan bahwa jihad ada berbagai jenis. Misalnya, bekerja menafkahi keluarga bisa disebut jihad bagi seorang suami. Kemudian baginya, menggelar aksi menuntut keadilan atas penyelenggaraan pemilu juga termasuk jihad. Itu yang membuatnya tidak sungkan memberi nama ‘Tour Jihad Jakarta’.

“Kita jihad menyelamatkan negara kita dari kebobrokan ini,” ucap Roni.

Roni menceritakan dirinya telah melakukan kerja-kerja pemenangan selama 10 bulan. Namun, kata dia, ternyata penyelenggaraan pemilu dinilai banyak kecurangan. Atas dasar itu, Roni mau mengoordinir massa berangkat dari Surabaya ke Jakarta.

Roni mengakui bahwa KPU belum selesai melakukan penghitungan. Belum tentu pula Prabowo-Sandi dinyatakan kalah pada 22 Mei atau ketika penghitungan suara selesai dilakukan KPU.

Kendati demikian, Roni yakin Prabowo-Sandi akan kalah karena begitu banyak dugaan kecurangan. Karenanya, dia memutuskan datang ke Jakarta dan mengoordinir relawan dari Surabaya.

“Kalau kita kalah secara wajar itu enggak ada masalah. Tapi ini ada kecurangan. Mulai DPT, kotak suara, surat suara sudah dicoblos. Bawaslu enggak gubris kita,” ucap Roni.

Baca juga: Titiek Soeharto Sebut Pemilu 2019 Lebih Curang dari Era Orde Baru

Roni yang mengaku hanya masyarakat biasa yang menjadi relawan Prabowo-Sandi dan bukan anggota partai politik tertentu, menegaskan bahwa ‘Tour Jihad Jakarta’ bukan inisiasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) ataupun salah satu partai politik pengusung capres 02. Roni menyebut ‘Tour Jihad Jakarta’ murni diinisiasi oleh dirinya dan relawan.

Wakil Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono juga membantah pihaknya bekerja sama dengan Roni dalam Tour Jihad Jakarta.

“Enggak ada kerja sama,” kata Ferry.

Loading...