Hukum

Istri Mustofa Nahra Klaim Akun Twitter Suaminya Sering Diretas

Mustofa Nahrawardaya
Mustofa Nahrawardaya bersama istrinya, Cathy Ahadianti. (Foto: Istimewa)

Istri Mustofa Nahrawardaya, Cathy Ahadianti, menilai suaminya tidak bersalah. Menurutnya, akun-akun media sosial suaminya itu kerap diretas atau di-hack.

“Akunnya Bapak itu sangat sangat, sangat sering di-hack. Sangat sering tidak bisa dikendalikan. (Akun) dari zaman dulu, dari akun yang dulu. Dari @tofalemon, @mustofanahra, @netizentofa, terus yang sekarang kan @akuntofa terus @tofalemontofa itu akun cadangan sebenarnya,” jelas Cathy kepada wartawan, Minggu (26/5/2019).

“Karena sudah pengalaman di tiga (akun) yang pertama, ketika mulai diutak-utek sama orang yang pihak-pihak jahil, itu nggak lama kemudian akun itu ter-suspend, nggak bisa diakses lagi. Sama, email juga begitu,” lanjutnya.

Cathy Ahadianti

Istri Mustofa Nahra, Cathy Ahadianti. (Foto: Azizah/detikcom)

Cathy mencurigai ada pihak lain yang mengendalikan akun media sosial suaminya. Dia mengaku melihat sendiri saat jumlah ‘following’ di akun Mustofa tiba-tiba berubah menjadi 0.

“Itu makanya waktu beberapa hari ini ketika Bapak sakit, itu Bapak bilang ‘kok handphone saya panas ya, panasnya itu panas sekali’. Terus akunnya itu sempat nggak bisa diakses, jadi diam aja gitu, sempat begitu. Dia udah feeling, ini kayaknya akan ada terjadi sesuatu nih. Betul ternyata,” ucapnya.

Mustofa Nahrawardaya ditangkap pada Minggu (26/5/2019) dini hari di rumahnya di Kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Mustofa ditangkap karena diduga menyebarkan hoaks melalui akun Twitter terkait kerusuhan 22 Mei.

Mustofa telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini masih diperiksa di Bareskrim Polri. Pihak kepolisian menyebut cuitan Mustofa telah menimbulkan keonaran.

Mustofa Nahrawardaya saat menunjukkan surat bukti dugaan kecurangan KPU ke Bawaslu. (Foto: Maulana Ramadhan/kumparan)

Adapun cuitan yang dipersoalkan dalah Cuitan mengenai seorang anak bernama Harun (15) yang disebut-sebut meninggal setelah disiksa oknum aparat.

Cathy mengaku prihatin atas penangkapan suaminya. Dia pun membandingkan dengan laporan lain dari pihaknya yang dinilainya lambat untuk diproses.

“Saya terus terang prihatin, karena kan ada beberapa laporan dari pihak kami itu tindak lanjutnya sangat lama. Bahkan ada yang belum ditindaklanjuti sampai sekarang. Tapi ketika yang dilaporkan itu adalah pihak kami, kenapa cepat sekali prosesnya? Karena itu laporan baru masuk tanggal 25, (tanggal) 26 dini hari itu sudah ditangkap. Itu kan luar biasa lho cepatnya,” ujar Cathy.

Loading...