Hukum

Geger SPBU di Medan Tampilkan “Running Text” Hina Jokowi dan Megawati

SPBU 142021141 di Jalan Marelan IV Kota Medan yang sempat menghebohkan karena di papan informasi tertulis ujaran kebencian terhadap Jokowi dan Megawati. (Foto: Kompas/Dewantoro)

Papan informasi milik SPBU Pertamina sempat diretas oleh tangan jahil hingga memunculkan kalimat ujaran kebencian.

Ujaran kebencian itu ditujukan terhadap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) serta Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri.

Peristiwa terjadi pada Kamis (23/5/2019) malam sekitar pukul 22.00 WIB di SPBU di Pasar III Marelan, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.

Dilansir Kompas.com, Sabtu (25/5/2019), papan yang biasa untuk menampilkan harga bahan bakar minyak (BBM) mendadak memunculkan running text berisi kalimat penghinaan.

Kejadian itu direkam oleh seorang warga yang kemudian diunggahnya ke media sosial.

Beruntung, petugas keamanan (satpam) SPBU tersebut langsung mematikan papan video begitu mengetahui hal tersebut.

“Ini dugaan (dilakukan) orang lain di luar SPBU. Karena papan videotronnya itu kemarin kami cek dengan teknisi IT dari Pertamina bisa diubah dengan HP bagi yang tahu,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jericho Lavian, Sabtu (25/5/2019).

Kepada Tribun-Medan.com, pihak Pertamina membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Betul, papan totem display LED milik SPBU Pertamina Marelan diretas,” kata Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo, Sabtu (25/5/2019).

Roby menyebut SPBU yang diretas merupakan mitra Pertamina yang berstatus DODO (Dealer Owned Dewler Operate) milik swasta dengan nomor seri SPBU 142021141.

Pihak SPBU sudah mengambil langkah dengan menugaskan Tim IT Security untuk melakukan pemeriksaan. Tak hanya itu, tim IT juga meningkatkan keamanan pada dispay totem di seluruh SPBU Medan.

“Untuk sementara ini dalam meningkatkan keamanan, totem-totem yang ada di SPBU seputaran Kota Medan yang memiliki totem itu semua dinonaktifkan,” ujar Roby.

Pihak Pertamina juga sudah meningkatkan keamanan demi menghindari kejadian serupa terulang kembali.

“Paralel kami tingkatkan security terhadap sistemnya, untuk mencegah kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Sementara itu pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan pada saksi-saksi yang ditemukan. Tercatat sudah ada tujuh saksi yang diperiksa Polresta Pelabuhan Belawan.

“Sudah ada yang kami periksa sekita tujuh orang. Pegawai SPBU termasuk manager kami periksa semua dan didalami masing-masing,” kata Jerico Lavian melalui sambungan telepon, Sabtu (25/5/2019).

Saat dilakukan pemerikasaan ternyata Wifi yang digunakan masih menggunakan password lama dari vendor.

“Kemarin itu baru kami cek ternyata routernya itu, Wifi-nya masih memakai password default. Jadi belum dia ganti masih pakai password lama yang pertama sekali dikasih oleh vendor,” jelas Jerico.

Untuk pelaku pihak kepolisian belum bisa menentukan dan ada banyak kemungkinan.

“Kemungkinan siapa saja bisa terkait. Intinya sejauh ini kami masih mendalami kasus ini untuk mencari tahu siapa pelakunya,” imbuhnya.

Loading...