Pemilu, Pilpres

Jika Terpilih, Prabowo Janji Bawa Timnas Berlaga di Piala Dunia

Prabowo di Acara Silaturahmi Komunitas Kesehatan. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Calon Presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto, bertekad membawa Tim Nasional (Timnas) Sepakbola Indonesia berlaga di Piala Dunia. Janji ini akan diwujudkannya jika terpilih menjadi presiden di pemilu 2019 nanti.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Kota Bandung, Jawa Barat Jumat (8/3/).

Prabowo awalnya menyinggung soal peringkat sepak bola Indonesia yang merosot. Menurutnya, berdasarkan data yang dia kutip, peringkat sepakbola Indonesia saat ini berada di posisi 160 dari 211.

“Sepakbola peringkat kita 160 dari 211 di bawah Fillipina dan Thailand. Masih agak di atas Singapura dan Malaysia. Tapi harus hati-hati,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, sepak bola adalah harga diri bangsa. Oleh karenanya, mantan Danjen Kopassus tersebut ingin menggalakkan kualitas sepakbola Indonesia. Prabowo mengaku bakal memantau dan mengawasi langsung latihan tim merah putih supaya hal tersebut terwujud.

“Tekad saya Indonesia harus masuk piala dunia. Nanti kalau saya terima mandat saya akan awasi langsung tim nasional sepakbola. Kalau perlu saya akan tungguin latihan mereka,” tegas Prabowo.

Ketum Partai Gerindra itu bakal merekrut putra terbaik bangsa untuk mengharumkan sepak bola Indonesia di kancah dunia. Baik darah lokal maupun campuran.

“Masa dari 267 juta rakyat, tidak punya 30 pemain sepakbola. Kalau dulu cari pemain-pemain hebat keturunan Indonesia. Yang mirip-mirip Indonesia kita rekrut, yang penting merah putih berkibar. Yakin kita bisa atau tidak?,” kata Prabowo melanjutkan sambil bertanya pada hadirin yang datang.

“Bisa,” teriak massa yang memenuhi aula kampus UKRI.

Prabowo mengumpamakan negara sebagai tubuh atau badan manusia. Dimana, jika badan diberi nutrisi dan dirawat dengan baik. Maka energi yang dihasilkan adalah bisa bekerja dan berkarya.  Seperti halnya katanya negara jika mengelola kekayaan dengan baik dan kebijakannya benar. Maka yang keluar adalah kesejahteraan dan keadilan. Namun, jika tubuh rusak sendiri karena memasukan racun yang kita tahu tidak boleh maka akan rusak.

“Kalau kita mau cek badan, kita cek ke dokter dan laboratorium periksa darah. Hasilnya harus diterima. Jangan diterima hasil laboratorium terus marah-marah,” katanya.

Loading...