Pemerintahan

Fadli Zon: Baru Sekarang Kita Punya Presiden Bacanya Komik Doraemon dan Shinchan

Fadli Zon.
Fadli Zon.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal buku bacaan.

Sebelumnya sempat viral di media sosial potongan video wawancara Jokowi di salah satu stasiun televisi. Dalam video tersebut, Jokowi mengaku suka membaca komik yang diberikan anak-anaknya saat waktu luang atau santai.

Atas dasar itulah Fadli melontarkan sindiran. Politikus Partai Gerindra itu menilai telah terjadi tragedi perjalanan bangsa Indonesia saat pemimpinnya tak rajin membaca dan menulis buku.

Fadli kemudian membandingkan dengan buku-buku bacaan yang dilahap para pendiri bangsa, seperti Sutan Syahrir, Bung Hatta, hingga Hos Cokroaminoto. Dia mengaku miris bacaan Jokowi sangat jauh berbeda dengan tokoh-tokoh tersebut.

“Sejarah kita diisi oleh para pemikir, para pejuang, semua tokoh dari beragam organisasi, baik dari nasionalis, sosialis, dan islam, semua pemikir mereka adalah pembaca dan penulis sekaligus,” kata Fadli di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2).

Sementara para pemikir dan pejuang membaca buku-buku sekelas Indonesia Free hingga Indonesia Menggugat, Jokowi, kata Fadli, hanya membaca komik Doraemon dan Shincan.

“Kita tidak temukan tokoh pendiri bangsa yang tidak membaca dan menulis, baru sekarang kita punya presiden bacanya (komik) Doraemon dan Shincan,” ujar Fadli.

“Nah makanya ini sebuah tragedi perjalanan bangsa karena kalau dulu mereka tuh membaca luar biasa seperti Indonesia Merdeka, Indonesia Free tahun 1927,” ujarnya.

Padahal, kata Fadli, mestinya pemimpin senang membaca dan menulis. Karena, kata dia, untuk membawa bangsa dan cita-cita tentu mesti tahu arah dan pemikirannya seperti apa melalui tulisan-tulisannya.

“Tapi kalau dia (Jokowi) kan tidak tahu arah,” katanya.

Fadli lantas mengibaratkan Jokowi dengan nakhoda kapal yang kebingungan akan membawa kapalnya ke arah mana. Maka si nakhoda ini, menurut Fadli, cuma berputar-putar di lautan hingga kapal yang dia nakhodai karam dan tak mencapai pulau.

“Ibaratnya nakhoda kapal, nakhoda ini enggak tahu mau bawa ke mana, akhirnya muter-muter di laut, kehabisan BBM, kapalnya bisa karam. Pulau tujuan yg mau dicapai tidak tercapai,” katanya.

Loading...