Uncategorized

Fahri Menduga Akuisisi Freeport Hanya Sebatas Permainan

Jurnalpolitik.id – Akuisisi saham PT Freeport Indonesia yang dilakukan pemerintah melalui PT Inalum masih menyisakan tanda tanya bagi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah. Fahri bahkan minta Inalum diaudit Komisi Pemberantasan Korupsi.

Fahri menyebut, Inalum tidak pernah menjelaskan soal hal itu kepada DPR.

“Kita menuntut agar ada audit segera dari KPK, untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat Indonesia dan khususnya Papua tentang transaksi apa yang sedang terjadi. Karena di belakang Inalum ada yang tidak pernah dijelaskan ke DPR,” ungkap Fahri di acara Diskusi “Divestasi Freeport: Indonesia Untung Atau Buntung?” di Hotel Gren Alea, Jakarta, Rabu (16/1).

BACA JUGAAnggap Pencitraan, Kubu Prabowo: Kita Dibodohi Jokowi soal Freeport

Mantan Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebut dana yang didapat Inalum tidak jelas asalnya, Fahri meminta kepastian akan dana tersebut. “Siapa yang memberi utang, bagaimana struktur utangnya, siapa yang menjamin utang, bagaimana struktur kepemilikan kita itu, apakah saham 51% menjadi jaminan utang, perusahaan dan konsorsium mana yang terlibat,” kata Fahri.


Dia pun mengaku kaget dengan keberhasilan Inalum mengakuisisi Freeport. Apalagi kalau melihat Inalum yang merupakan BUMN kecil menurutnya.

“Tahu-tahu BUMN yang baru diakuisisi Pak SBY dipakai seolah-olah kaya punya uang, gagah-gagahan. Inalum BUMN kecil, entah nggak tau disuntik apa, tau-tau bisa nampak raksasa dan akusisi PT Freeport McMoran,” tutur Fahri.

BACA JUGAFadli Zon Sebut Akuisisi Saham Freeport Adalah Kebijakan Sontoloyo

Fahri menduga akuisisi Freeport sebatas permainan antar pemilik saja. Sistemnya, seperti rentenir yang memberikan pinjaman uang.
“Dugaan saya permainan antar pemilik saja. Ini seperti rentenir kasih pinjam uang untuk beli barangnya rentenir, kalau mau jelas serahkan saja dokumen ke DPR, di Komisi VII nggak berani argumen itu Inalum,” ujar Fahri.

Loading...