Uncategorized

Tes Baca Al-Qur’an Dinilai Tak Perlu Diadakan, Tim Prabowo: Kita Cari Pemimpin Majemuk

Prabowo mengunjungi kuburan massal korban Aceh di Desa Siron, Blangbintang, Banda Aceh. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)

Jurnalpolitik.id – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Salahudin Uno, menanggapi pernyataan Dewan Ikatan Dai Aceh terkait tantangan tes membaca Alqur’an bagi capres dan cawapres. Ferdinand Hutahaean selaku anggota Direktorat Hukum dan Advokasi BPN mengatakan bahwa tantangan tersebut tak perlu diadakan.

Menurutnya, Indonesia sebagai bangsa yang terdiri dari berbagai agama dan suku membutuhkan pemimpin yang majemuk, bukan yang pandai membaca Al-Quran.

Baca JugaTimses: Jokowi Siap Terima Tantangan Tes Baca Alquran

“Untuk bangsa ini yang besar, hal-hal itu seperti tes membaca Al-Quran tidak perlu dilakukan karena kita mencari pemimpin yang memimpin kemajemukan yang dapat membawa Indonesia sejahtera ekonominya, rakyatnya adil dan makmur,” kata Ferdinand, Sabtu (29/12/2018).

Dikutip dari kumparan, Ferdinand menghargai usulan Ikatan Dai Aceh ini. Menurutnya, Aceh memang memiliki keistimewaan dengan syariat Islam. Namun, hal ini tak perlu dilakukan di tingkat nasional.

“Pemilihan presiden RI majemuk sehingga tidak bisa melakukan uji-uji yang sifatnya seperti itu. Jadi bukan mencari pemimpin yang bisa membaca Al-Quran, shalat dan lain-lain. Mencari pemimpin yang bisa menjadikan bangsa berdaulat penuh,” terangnya.

Politikus Partai Demokrat ini juga menjelaskan usulan tes membaca Al-Quran dapat menggiring kecemburuan sosial bagi pemeluk agama lain.

Baca JugaJokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiga Ditantang Tes Baca Al-Quran Dewan Ikatan Dai Aceh

“Bahwa orang Hindu harus bisa baca Weda, Budha harus bisa baca Tripitaka, Kristen harus bisa baca Alkitab. Ini kan jadi tidak baik demokrasi kita,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ikatan Dai Aceh mengundang kedua capres/cawapres untuk mengikuti tes membaca Al-Quran pada 15 Januari 2019

“Mengingat akhir-akhir ini kampanye saling menghujat atas kemampuan dasar beragama Islam lebih mengemuka ketimbang menonjolkan kampanye programatik untuk menarik pemilih,” kata Ketua Ikatan Dai Aceh, Teungku Marsyuddin Ishaq, dalam keterangannya, Sabtu (29/12/2018).

Tes uji kemampuan baca Alquran itu rencananya diselenggarakan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada 15 Januari 2019 mendatang. Ikatan Dai Aceh akan segera membentuk panitia pelaksana dan tim uji kemampuan baca Al-Quran

Loading...