Uncategorized

Tanggapi Tudingan Sandiwara Poster “Sandiaga Pulanglah”, Timses Prabowo Singgung Bibit, Bebet, Bobot Jokowi

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria
Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria. (Foto: Antara News/Fransiska Ninditya)

Jurnalpolitik.id – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyinggung soal bibit, bebet, bobot Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menanggapi perihal peristiwa spanduk ‘Sandiaga Pulanglah‘ yang dituding hanya sandiwara cawapres nomor urut 02.

Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Ahmad Riza Patria, mengatakan jika ingin melemparkan tudingan kepada seseorang haruslah melihat tiga hal tersebut. Riza meminta si penuding melihat bibit, bebet, bobot Sandiaga. Apakah sang cawapres mampu merekayasa.

“Jadi kalau komen orang sederhana, saya pelajari bibit, bebet, bobotnya. Siapa sih Prabowo kakeknya, siapa sih Sandi kakeknya? Siapa Prabowo orang tuanya, siapa Sandi orang tuanya? Bibit, bebet, bobotnya itu cerminan kepribadian, gambaran lingkungannya,” kata Riza kepada detikcom, Kamis (13/12/2018).

Selanjutnya Riza menyinggung bibit, bebet, bobot Presiden Jokowi. Menurutnya Jokowi selama ini kerap ingkar janji.

“Silakan dipelajari bibit, bebet, bobotnya Pak Jokowi. Siapa kakek, orang tua, dan lingkungannya? Latar belakangnya selama ini. Begitu caranya. Kemudian lihat juga Pak Jokowi kalau janji sering ditepati nggak sih. Kan selama ini banyak janji yang tidak ditepati,” ujar Riza.

“Nah yang tukang bohong itu siapa. Apakah selama ini Sandi sering berbohong? Kan tidak,” lanjut Ketua DPP Partai Gerindra itu.

Riza mengatakan, Sandiaga tidak memiliki rekam jejak berbohong kepada masyarakat, berbeda dengan Jokowi. Menurutnya, berbohong bukanlah karakter Sandiaga.

Sandiaga, kata Riza, adalah orang yang santun, jujur, bijaksana, dan menghormati orang lain. Atas dasar itu, Riza berpendapat, tidak pantas mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu dituding merekayasa. Dia menilai hal itu bukan ‘kelas’ Sandiaga.

“Kalau orang biasa bohong ya nggak apa-apa, kalau dibilang pembohong. Tapi kalau orang selama ini jujur, baik, santun, bersahaja, merakyat, tidak pernah berbohong, jangan dibilang tukang bohong apalagi merekayasa. Orang Sandi bukan tipe orang yang berbohong, bukan tipe orang yang merekayasa,” katanya.

“Nggak ‘kelas’ Sandi main begini,” ujar Riza.

Poster ‘pulanglah Sandiaga’ di Pasar Kota Pinang, Sumatera Utara. (Foto: dok. Prabowo-Sandiaga)
Poster ‘pulanglah Sandiaga’ di Pasar Kota Pinang, Sumatera Utara. (Foto: dok. Prabowo-Sandiaga)

Sebelumnya Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menuding poster ‘Sandiaga Pulanglah’ di Pasar Kota Pinang, Sumatera Utara, hanya sandiwara. Keberadaan poster itu disebut sebagai playing victim pihak cawapres Sandiaga.

“Kami tegaskan bahwa terlalu kentara, bahwa itu sandiwara. Coba kita lihat secara saksama video yang beredar bahwa ada orang yang mengaku disuruh memasang tulisan itu. Itu kan jelas itu bagian victim player (playing victim),” kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018).

Ace mengatakan boleh saja membuat skenario untuk kampanye. Namun skenario itu harus bagus.

“Kami ingin tegaskan, bolehlah kita skenario, tapi harus lebih canggihlah membuat skenario itu. Jadi menurut saya, yang lebih kreatif untuk berkampanye, sehingga nggak terlihat mencari simpati dengan cara itu,” ujar Ace.

Loading...