Uncategorized

PSI Tolak Poligami, PKS: Bung Karno Apa?

Hidayat Nur Wahid
Hidayat Nur Wahid
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (Foto: Tsarina/detikcom)

Jurnalpolitik.id – Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menganggap pernyataan Ketua Umum PSI Grace Natalie yang akan menolak poligami melalui revisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan hanya bentuk mencari sensasi.

Sebab, kata Hidayat, PSI seakan lupa sedang mendukung Joko Widodo dalam Pilpres 2019 yang berasal dari PDIP. Sementara, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri disebut merupakan anak dari Presiden RI pertama Soekarno dari istri Fatmawati.

“Pak Jokowi itu partainya PDIP. PDIP keringat Bu Megawati, Bu Megawati adalah putri Bu Fatmawati, Bu Fatmawati adalah istri kedua daripada Bung Karno. Bung Karno poligami. Terus dia menolak apa?” kata Hidayat di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (18/12).

Hidayat menilai PSI sengaja melakukan hal tersebut demi merebut suara massa ‘anti-syariah’. Apa maksudnya?

“Mereka sengaja melakukan ini yang mereka perkirakan bisa mengambil ceruk dari suara yang mungkin anti-syariah. Tapi akan menjadi sangat jelas yang anti-syariah itu artinya dalam konteks Indonesia itu artinya adalah pihak-pihak yang belum memahami Pancasila dengan sebenarnya,” jelas Hidayat.


Karena itu, Hidayat menyarankan PSI agar memahami demokrasi di Indonesia, salah satunya yang terkandung dalam sila pertama Pancasila yaitu, Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sila pertama itu, lanjutnya, mengakomodasi dan menghormati nilai-nilai agama di Indonesia termasuk di antaranya adalah masalah zakat, haji, dan menjadi peraturan UU, termasuk pernikahan.

“Jadi praktek di Indonesia berpoligami ada presiden berpoligami, ada wapres berpoligami. Wapres Bu Megawati, Pak Hamzah Haz berpoligami, dan Bu Mega-nya tidak mempermasalahkan. Kenapa kemudian yang baru datang, kalau dia ingin mencari sensasi dengan cara ini, yakinlah itu sensasi yang salah,” katanya.

Soal larangan poligami itu disampaikan Ketum PSI Grace Natalie dalam acara Festival 11, di Jatim Expo International Surabaya, Selasa (11/12/2018) malam.

“PSI tidak akan pernah mendukung poligami. Tak akan ada kader, pengurus, dan anggota legislatif dari partai ini yang boleh mempraktikkan poligami,” kata Grace.

Mantan presenter berita itu menyampaikan, berdasarkan riset LBH APIK tentang poligami menyimpulkan bahwa pada umumnya praktik poligami menyebabkan ketidakadilan, yang mengakibatkan perempuan yang disakiti dan anak yang ditelantarkan.

Menurut PSI, memperjuangkan keadilan dan penghapusan diskriminasi harus dimulai dari keluarga dan rumah. Dan untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya menentang praktik poligami.

Kedepannya, PSI akan memperjuangkan pemberlakuan larangan poligami bagi pejabat publik di Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif, serta Aparatur Sipil Negara.

“Jika kelak lolos di parlemen, langkah yang akan kami lakukan adalah memperjuangkan diberlakukannya larangan poligami bagi pejabat publik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta Aparatur Sipil Negara. Kami akan memperjuangkan revisi atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, yang memperbolehkan poligami,” ujar Grace.

Grace melanjutkan, dengan perjuangan itu PSI tidak ingin negara secara tidak langsung melanggengkan ketidakadilan terhadap perempuan.

“Apakah kalian akan rela jika ibu kalian diduakan? Apakah Bro and Sis rela jika kakak atau adik Bro and Sis dimadu? Apakah Bro and Sis rela jika anak Bro and Sis menjadi istri kedua atau ketiga? Tidak, kita pasti tidak rela,” pungkasnya.memperbolehkan poligami,” kata Grace.

Loading...