Uncategorized

Provokasi Wartawan Dalam Acara Mubes PWI, Eggi Sudjana Diusir

Jurnalpolitik.id – Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana menegaskan kalau dirinya mengalah usai diteriaki kala menyebut kata ganti presiden dalam paparannya di acara Musyawarah Besar Pers Indonesia, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Selasa, 18 Desember 2018.

Sebuah video yang diunggah dalam laman Youtube berjudul ‘Detik-Detik Eggi Sudjana Diusir Paksa Oleh Wartawan’ menunjukkan suasana yang tidak kondusif diikuti dengan teriakan ‘keluar’ dari peserta acara tersebut.

Atas ucapan Eggi tersebut para peserta yang juga wartawan dari seluruh Indonesia langsung melakukan tindakan dan mengusirnya. Suasana Mubes Pers Indonesia, sempat ricuh, namun berkat kesigapan para wartawan senior, langsung menenangkan suasana yang ribut itu ditambah, berkat kesigapan dari panitia dan keamanan Mubes Pers Indonesia Eggi berhasil dievakuasi dalam suasana yang demikian gaduh itu.

Baca Juga: Demokrat Sebut ‘Institusi Siluman’ di Balik Perusakan Atribut Partai

Eggi membantah kabar pengusiran tersebut, dan mengatakan kalau dirinya berinisiatif untuk memberhentikan pemaparannya dan langsung meninggalkan acara karena melihat situasi yang sudah mulai ramai.

“Nggak lah nggak diusir. Diusir kan kalau sayanya nggak mau pergi tapi dipaksa pergi itu namanya diusir kalau saya yang memberhentikan ceramah kemudian saya keluar bukan diusir namanya malah saya meninggalkan forum,” kata Eggi, dikutip dari Suara.com, Rabu, 19 Desember 2018.

Eggi mengungkapkan, bahwa kehadirannya dalam acara tersebut untuk memenuhi permintaan dari Ketua Umum Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Taufik Rahman.

Sebagai salah satu pihak penasihat IPJI, Eggi diminta untuk memberikan ilmu terkait dengan kekuatan yang berasal dari kerumunan.

Ada tiga hal sumber yang dipaparkan Eggi dalam acara tersebut. Yang pertama yakni wartawan wajib bekerja secara jujur, benar dan adil.

Ketiga poin tersebut dinilai Eggi harus menjadi pegangan kuat bagi wartawan. Hal yang kedua disampaikan Eggi ialah sebuah kekuatan setianya harus diperlukan seorang pemimpin.

Kalau perubahan dari kerumunan menjadi kekuatan itu harus memilki momentum yang pas. Menurutnya momentum yang pas itu ialah pada Pemilu 2019. Pada konteks pembicaraan tersebut, Eggi sempat menyebut ganti presiden.

Baca Juga: Habib Bahar Resmi Ditahan Terkait Kasus Penganiayaan Anak

Ucapannya itulah yang kemudian diprotes peserta yang hadir karena dianggap melibatkan unsur politik di dalam paparannya.

“Apa momentumnya, momentumnya adalah pemilu. Nah pemilu itu 17 April 2019 kita atau saya berharap ganti presiden. Nah baru ngomong disitu langsung diteriakin begitu,” ujarnya.

Menurutnya peristiwa itu dirasa tidak adil baginya lantaran Eggi tidak mengkampanyekan kandidat Capres – Cawapres.

“Saya minta ganti presiden nah ada peserta yang nggak setuju. Sekarang pakai logika dong dia setuju dua periode kan boleh, kok saya minta ganti presiden nggak boleh,” tuturnya.

“Tapi karena saya lebih merasa dewasa karena ini masih banyak yang datang, ya, saya berhentiin saya punya ceramah, saya jalan aja, saya keluar,” pungkasnya.

Heintje Mandagi, sekertaris sekber pers indonesia mengatakan, pihak panitia tidak menyangka dan menyayangkan ucapan dari Eggi, yang prontal, membuat para peserta marah, dan berjanji akan lebih berhati hati lagi, dan kegiatan ini bukan unsur politik, dan semua kegiatan Mubes atas ijin dari Presiden.

“kami mohon maaf karena Eggi, telah mencoreng kegiatan akbar ini dengan ucapan yang mengundang krmarahan wartawan”tutupnya.

Loading...