Uncategorized

Jokowi Tantang Ada Demo Besar-besaran di Depan Istana

Presiden Joko Widodo (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Jurnalpolitik.id – Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi, menantang pendukung untuk demo besar-besara di depan Istana Presiden Jakarta. Demo ini bukan sembarang demo, melainkan unjuk rasa untuk memberi dukungan kepadanya soal keberhasilan yang diraih selama menjadi Presiden RI.

Hal itu disampaikan Jokowi dihadapan pendukungnya di acara temu relawan Bravo-5 di Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, Senin (10/12/2018) malam.

Baca Juga: Jokowi Ingin Didemo di Depan Istana
Semula Jokowi berbicara tentang tudingan yang mengarah padanya, yakni soal isu antek asing. Menurut dia, isu itu tidak berdasar, sebab Indonesia di bawah kepemimpinannya, Indonesia justru berhasil menasionalisasi aset tambang raksasa. Seperti, Blok Rokan, Blok Mahakam, dan divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

Jokowi pun menyinggung soal minimnya dukungan terhadap pemerintah atas prestasi nasionalisasi aset tambang tersebut.

Menurut Jokowi, atas prestasi ini ternyata masih minim apresiasi, sukses menasionalisasi aset tambang itu masih minim dukungan terhadap pemerintah.

“Yang saya tunggu-tunggu itu demo besar-besaran di depan Istana untuk mendukung Presidennya,” kata Jokowi disambut tepuk tangan relawan. “Ternyata sampai sekarang belum ada.”

Baca Juga: PA 212 Minta KPK Investigasi Akuisisi Saham Freeport
Jokowi menegaskan, apa yang dilakukan di bawah pimpinannya untuk menasionalisasi aset tambang tersebut jelas tidak mudah. Bahkan ia mengakui, penuh dengan tekanan. “Padahal menghadapi tekanan-tekanan politik itu bukan hal mudah, datangnya dari kiri, kanan, depan, belakang,” ujar Jokowi.

Hanya saja, Jokowi tidak mengungkapkan secara lugas tekanan semacam apa yang dimaksud.

Menurutnya, untuk menghadapi tekanan tersbut membutuhkan kenekatan tersendiri, dan dia mengaku maju terus. “Tapi ya saya maju terus, saya enggak dengerin suara-suara kiri kanan. Nggak ada rasa takut satu persen pun menghadapi ini,” katanya.

Loading...