Legislatif, Uncategorized

Fahri Minta Pemerintah Jujur dan Tak Ada Rekayasa dalam Kasus Rizieq

Jurnalpolitik.id – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah angkat bicara terkait kasus bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid di dinding rumah pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Mekkah, Arab Saudi.

Gara-gara bendera itu, Rizieq sempat diperiksa dan ditahan sehari oleh aparat keamanan Kerajaan Saudi Arabia. Rizieq akhirnya berhasil dibebaskan dengan bantuan Kedubes RI.

Fahri menanggapi soal cara penanganan kasus Rizieq Shihab oleh Pemerintah Indonesia. Fahri mengaku khawatir, jika kasus in ditangani dengan tidak benar, justru akan merusak hubungan diplomatik Indonesia-Arab Saudi.

“Saya hanya mengkhawatirkan cara penanganan HRS (Habib Rizieq Shihab) oleh pemerintah saat ini akan merusak hubungan diplomatik yang telah kita bangun lama dengan Saudi…soal ini gampang dan hanya mensyaratkan 2 hal saja; jujur dan jangan rekayasa…HRS bukan orang sulit diajak ngomong..” tulis Fahri di akun Twitter-nya.

https://twitter.com/Fahrihamzah/status/1060279720846082048

Baca: Pernyataan Lengkap Dubes RI Terkait Penangkapan Rizieq Shihab oleh Keamanan Saudi

Sebelumnya, kolega Fahri di DPR, Fadli Zon, menilai bahwa kasus Rizieq tersebut merupakan sebuah upaya fitnah yang sengaja dilakukan oleh pihak tertentu.

Bahkan, Fadli berpendapat bahwa penangkapan terhadap Rizieq Shihab merupakan kerjaan dari ‘intelijen’.

“Saya yakin apa yang terjadi pada Imam Besar Habib Rizieq adalah fitnah keji. Bisa saja orang masang bendera di luar tembok rumahnya, karena lokasinya umum. Ini kerjaan dasar ‘intel’. Saya dapat pengaduan dari keluarga Habib pada Senin sore,” tulis Fadli Zon di akun Twitter-nya, @fadlizon.

Baca juga: Sindir Kasus Rizieq Shihab, Banser Tantang Aksi Bela Tauhid di Arab Saudi

Loading...