Pemerintahan

Program 100 Hari Anies-Sandiaga Dimulai Hari Ini

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Guberbur DKI Jakarta hari ini, Senin 16 Oktober 2017. Anies memastikan program-program unggulan yang ia janjikan di masa kampanye akan mulai berjalan di 100 hari pertama masa kepemimpinannya. (Baca: Pihak Anies-Sandi: Program 100 Hari Kerja Hanya Mitos)

Misalnya, terkait pendataan penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang merupakan modifikasi dari Kartu Jakarta Pintar pada masa gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Setelah dilantik, Anies berjanji akan memperluas jangkauan penerima kartu itu. “Semua kami kerjakan di awal,” ujar Anies kepada Tempo, Kamis, 12 Oktober 2017.

Pada masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, KJP hanya diperuntukkan bagi anak yang bersekolah. Anies memodifikasi pemanfaatan kartu tersebut agar bisa dirasakan anak usia sekolah yang tidak bersekolah.

“Jadi KJP Plus bisa dipakai untuk training,” ujar Anies. “Pembayarannya bisa langsung ke penyelenggara pelatihan.”

Menurut Anies, penerima manfaat KJP perlu didata ulang. Sebab, kata dia, jumlah penerima KJP tak sebanding dengan jumlah warga miskin di Ibu Kota.

“Penerima KJP kalau enggak salah 800 ribuan, sementara warga miskin sekitar 380 ribuan. Jadi agak jomplang,” ujar dia.

Rumah DP 0 Persen

Selain KJP Plus, Anies pun mengaku telah mempersiapkan lokasi untuk membangun rumah tanpa uang muka alias down payment (DP) nol rupiah. Kendati dia enggan menyebutkan lokasi tersebut.

“Jangan diberitahukan dulu. Nanti harganya bisa naik,” kata Anies.

Program DP nol persen ini dirancang untuk warga Jakarta dengan total penghasilan rumah tangga sekitar Rp 7 juta.

Sistem Transportasi

Anies juga mengaku telah berdiskusi dengan para pengusaha transportasi untuk memulai program transportasi terintegrasi dengan ongkos serba Rp 5.000.

Dengan program itu, warga Jakarta bisa menuju lokasi mana pun di Ibu Kota dengan ongkos hanya Rp 5.000.

Anies mengklaim, program tersebut mampu mendorong warga beralih ke transportasi umum sekaligus menjadi solusi kemacetan.

“Terintegrasi artinya bisa naik kendaraan umum dari dekat rumah sampai titik tujuan,” tutur dia.

Meski begitu, Anies mengaku program-program yang dia janjikan di masa kampanye tidak akan mungkin terlaksana sekaligus. Pasalnya, di tahun pertama pemerintahannya, anggaran untuk merealisasikan janji kampanye tidak terlalu besar. Namun Anies memastikan program tersebut akan berlanjut di tahun-tahun berikutnya.

“Bertahap,” kata dia. “Jangan bayangkan langsung seluruh Jakarta.”

Sementara itu Ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi, Sudirman Said, mengatakan di awal pemerintahan, pasangan gubernur dan wakil gubernur baru akan melihat kembali Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2018-2022.

Menurut Sudirman, banyak program Anies Baswedan – Sandiaga Uno yang sudah diakomodasi dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah 2018.

“Anies-Sandi hanya memikirkan jangkauan dan kecepatannya karena ‘rumahnya’ sudah ada,” ujar Sudirman. (Baca: Tim Sinkronisasi: Jangan Nilai Kinerja Anies-Sandi dari 100 Hari Pertama)

You Might Also Like