Pemerintahan

Pihak Anies-Sandi: Program 100 Hari Kerja Hanya Mitos

Ketua Tim Sinkronisasi bersama Anies Baswedan dan Sandiaga Uno
Ketua Tim Sinkronisasi bersama Anies Baswedan dan Sandiaga Uno

Ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi, Sudirman Said meminta masyarakat agar tidak menjadikan 100 hari pertama sebagai acuan penilaian kinerja Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI dan Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Program 100 hari itu sebagiannya ya mitos, orang kerja 5 tahun, 100 hari belum bisa dievaluasi penanda saja. Kalau menilai kinerja pemimpin masih jauh dari keakuratan implementasi,” kata Sudirman dalam diskusi Polemik Sindo Trijaya bertema “Pemimpin Baru DKI,” di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (14/10).

“1-2 bulan baru bisa pemanasan, perkenalan dan mengenal medan kerja interaksi SKPD. Bulan 3-4 udah mulai hingga awal tahun depan,” imbuh dia.

Senada dengan itu, anggota DPRD DKI Fraksi Partai Gerindra Syarif menyebut program 100 hari kerja hanyalah mitos.

“Program 100 hari ini mitos,” tutur Syarif.

“Ada orang meninggal, membikin selametan 40, 100, 1.000 hari. Jadi tidak ada program 100 hari,” kata Syarif.

Menurut Syarif, yang benar adalah bagaimana Anies-Sandi bisa memanfaatkan momentum masyarakat yang saat ini berharap besar kepada Anies-Sandi sebagai pemimpin di DKI Jakarta.

“Tapi, bolehlah disebut program 100 hari. Tapi kami sebut program prioritas yang akan dilaksanakan pada 100 hari,” ucap Syarif.

Mengenai program-program Anies-Sandi, Syarif mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini masih mengikuti Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2018 dan sisa dari RPJMD DKI Tahun 2017.

“Sehingga RPJMD awal Januari sudah ketok palu. Jadi janji Pak Gubernur dan Wakil Gubernur nantinya akan terkongkritkan dalam bentuk RPJMD apa yang akan dilaksanakan. Kalo sekarang belum,” ungkap Syarif.

You Might Also Like