Pemerintahan

Giliran Megawati Kena Bully Lantaran Selip Lidah Saat Ucap Selawat Nabi

Megawati mengalami selip lidah ketika mengucap selawat dalam pidato ilmiahnya saat menerima anugerah gelar doktor honoris causa (Dr HC) dari Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (27/9).

Megawati mengucap kalimat shallallahu alaihi wa sallam di belakang nama Nabi Besar Muhammad menjadi shallalahi alaihi waisam.

“…hal senada diajarkan pula oleh nabi besar kita, nabi Muhammad shallallahi alaihi waisam, alaihi wa sallam kepada kita…,” kata Mega yang mengenakan toga bergaris kuning.

Video rekaman dari pidato Mega selip lidah ini pun diunggah ke situs YouTube oleh sejumlah pengguna, salah satunya akun bernama Taufic #93. Akun ini memposting rekaman video Mega yang diambil dari potongan tayangan berita Liputan 6 SCTV dengan memberi judul “Megawati Salah Ucapkan Salallahualaihiwasallam di UNP Saat Dapat Jatah Gelar DR [HC].”

Akun lainnya dengan nama Anasri CH Rj mengunggah potongan video seurpa dengan menambahkan keterangan: “Heboh! Lagi Lagi Megawati Sulit Mengucapkan Nabi Muhammad SAW (Shallallahu`alaihi Wa Sallam).

Sontak, kekeliruan tersebut mengundang banyak komentar di sosial media. Mereka sebagian besar mengolok-olok pimpinan tertinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Dalam tradisi Islam mengucapkan kalimat atau lafadz shallallahu alaihi wa sallam sangat dianjurkan saat menyebut nama Nabi Muhammad. Dalam bahasa Indonesia kalimat tersebut berarti semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepadanya.

Dalam hal ini, pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) pun akhirnya menanggapi komentar netizen terhadap kekeliruan ucap Megawati tersebut. Intinya, Organisasi sayap PDIP itu sangat menyesalkan aksi netizen yang melakukan bullying atau terhadap Megawati. Sebagaimana diutarakan oleh Sekretaris Umum Bamusi Nasyirul Falah Amru, tidak semestinya selip lidah dijadikan bahan olok-olok.

Menurut Amru, selip lidah adalah hal yang wajar. Bahkan, seorang imam salat yang memiliki pemahaman mendalam tentang ilmu tajwid Alquran pun bisa salah.

“Ketika imam salah dalam bacaan saat salat pun sejatinya makmum mengingatkan dengan bacaan yang benar, bukan malah mengolok-oloknya. Islam membuka jalan untuk setiap kesalahan bacaan, ada solusinya. Ini ajaran Islam,” ujar Falah, Sabtu (30/9).

Sekretaris Umum Bamusi Nasyrul Falah Amru. (Foto: dokumen JPNN.Com)

Pria yang akrab disapa dengan panggilan Gus Falah itu menegaskan, mengolok-olok merupakan perbuatan yang merendahkan manusia. Bahkan, sambungnya, orang yang mengolok bukan hanya tak beretika, tetapi juga tergolong takabur alias sombong.

“Takabur itu adalah ghomtunnas, menghina manusia lain. Jadi yang mem-bully Ibu Mega, jelas kurang etika. Dia harus belajar banyak lagi soal ilmu dasar agama,” tutur Legislator PDIP itu.

Selain itu, Gus Falah juga megajak semua pengguna media sosial untuk tetap menunjukkan akhlak yang baik dan terpuji di media sosial.

“Janganlah medsos dijadikan sarana untuk mengolok, memfitnah, menipu atau menyebarkan isu dan propaganda,” ucap salah tokoh muda Nahdatul Ulama (NU) itu.

Di kesempatan lain sebelumnya, Megawati juga pernah terselip lidah saat memberikan pidato di acara Rakernas I PDIP di JIExpo Kemayoran Jakarta, 10 Januari 2017.

Ketika itu Mega keliru saat mengucap Allah SWT dan salam.

“Semoga Allah su… Allah suwan.. Allah Subhana wa Taala meridhoi perjuangan kita, tanamkan dalam hati jiwa dan pikiranmu. One for All all for one. Assalamualaikum warah matulallahi wabarokatih (seharusnya wabarakatuh, RED),” ucap Megawati kala itu.

 

Artikel Lain