Pemerintahan

Orasi di Aksi 299, Amien Rais Sebut Perppu Ormas adalah Perpu Kebencian

Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia konferensi pers di D'Hotel Jl Sultan Agung Menteng Atas, Jakarta, Sabtu (30/9/2017). (Foto: Tribunnews/Wahyu Aji)

Aksi 299 di depan gedung DPR, Jakarta juga diikuti oleh Mantan Ketua MPR Amien Rais ikut dalam. Amien bahkan sempat berorasi di depan massa dan berteriak menolak keras Perppu 2/2017 tentang Ormas.

Amien menyebut Perppu Ormas sebagai Perppu kebencian. Selain itu, Amien juga menyinggung soal komunisme.

“Keputusan kita ada dua yaitu supaya Perppu yang isinya kebencian tidak disahkan dan ditolak. Saya mengatakan kalau ada ujaran kebencian, Perppu yang kita lawan itu Perppu kebencian, di mana sejak dari sananya komunisme selalu biadab, bengis, dan brutal,” ujar Amien di lokasi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (29/9/2017).

Amin pun secara terang-terangan mengatakan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla memberi angin pada kebangkitan PKI. Juga, menurut dia, pemerintah berlaku diskriminatif pada para ulama.

“Masalahnya pemerintah sekarang memberikan angin kuat untuk membangkitkan kepada PKI. Dan kami mengingatkan Pak Jokowi supaya adil, umat Islam jangan didiskriminasi. Kalau nonmuslim dilindungi tapi umat Islam langsung dihakimi,” tuturnya.

“Umat Islam itu lembut, sejuk, damai tapi jangan dirajah selalu. Jadi sampai sekarang tidak ada opsi. Insyaallah kekuatan PKI dapat kita hilangkan,” sambung Amien.

Usai orasi, Amien Rais langsung meninggalkan lokasi aksi.

Aksi 299

Amien Rais saat hendak meninggalkan lokasi usai orasi di depan massa Aksi 299 (Foto: Ahmad Bil Wahid/detikcom)

Amien meninggal lokasi sekitar pukul 15.45 WIB. Dia berjalan dan dikawal dari arah depan Gedung DPR/MPR RI menuju flyover yang mengarah ke Slipi, Jakarta Barat.

Sebelum sampai di flyover, Amien langsung menaiki mobil yang sudah terparkir di pinggir jalan Gatot Subroto.

Dalam aksi ini, perwakilan massa Aksi 299 sedang bertemu dengan pimpinan DPR. Mereka diterima oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Agus Hermanto.

 

Artikel Lain