Pemilu, Pilpres 2019

Pilpres 2019, Gerindra Ingin Bentuk Koalisi dengan PKS-PAN-Demokrat

fadli zon
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/9/2016)

Pemilihan Presiden 2019 masih jauh, namun Partai Gerindra sudah menyiapkan strategi, termasuk kemungkinan koalisi dengan Partai Demokrat.

“Kalau Gerindra kan hitungannya, kalau berkoalisi dengan PKS cukup. Gerindra dengan PAN cukup. Gerindra dengan Demokrat apalagi. Kalau berempat berkoalisi lebih kuat lagi,” ujar Waketum Gerindra Fadli Zon di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Fadli menuturkan sejauh ini Gerindra terus menjalin komunikasi dengan partai lain. Gerindra pun, menurut Fadli, tidak masalah seandainya nantinya berkoalisi dengan Demokrat.

“Kita kan pasti harus berkomunikasi bersilaturahmi dan harus mau berkoalisi, misalnya ke depan. Kita pasti berkoalisi,” kata Fadli.

Menurut Fadli, tidak ada yang tidak mungkin dalam politik. Peluang Gerindra berkoalisi dengan Demokrat, yang oleh banyak pihak sulit terlaksana, masih sangat mungkin terjadi. Bahkan koalisi dengan partai pendukung pemerintah pun bisa saja terjadi.

“Dalam politik, tak ada yang tidak mungkin. Termasuk partai yang sekarang dukung pemerintah, di 2018 belum tentu juga dukung pemerintah, namanya politik,” tutur Fadli.

“Kita lihat saja refleksi di akhir tahun 2014, bagaimana politik itu bisa bolak-balik tiap hari beda-beda. Hari ini dukung a, besok dukung b, besoknya lagi dukung a lagi,” pungkas dia.

Sejauh ini, baru Jokowi yang mengantongi tiket ke Pilpres 2019. Jokowi saat ini sudah mengantongi dukungan Golkar, Nasdem dan PPP. Sesuai aturan yang termaktub di UU Pemilu, dukungan 3 parpol itu sudah cukup untuk membawa Jokowi ke Pilpres 2019, karena jumlah kursi DPR ketiganya lebih dari 20 persen kursi DPR.

 

Artikel Lain