Hukum

Soal E-KTP, Marzuki Alie: Saya Lebih Kaya dari Kamu

Marzuki Alie
Marzuki Alie saat memberikan keterangan pers terkait polemik rencana pembangunan gedung baru DPR.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2009-2014, Marzuki Alie, menanggapi pencatutan namanya di sidang pemeriksaan terdakwa kasus Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), Irman, Senin (12/6).

Marzuki disebut ikut menerima dana korupsi proyek e-KTP senilai Rp 20 miliar.

Tersangkutnya nama Marzuki berawal saat pengusaha rekanan proyek e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong, menyebutkan secara detail beberapa nama yang akan mendapat jatah proyek. Adapun rinciannya adalah K atau kuning untuk Partai Golkar Rp 150 miliar, B atau biru untuk Partai Demokrat Rp 150 miliar, M atau merah untuk PDI Perjuangan Rp 80 miliar.

Selain itu, muncul pula inisial MA atau Marzuki Alie sebesar Rp 20 miliar.

Marzuki pun membantah keras telah ikut menerima duit tersebut.

“Eh, kamu (Andi Narogong) enggak usah ngasih duit, saya lebih kaya dari kamu, kok,” katanya kepada Tempo, Selasa, 13 Juni 2017.

Marzuki telah berkali-kali membantah bahwa dirinya telah ikut menikmati. Malah ia juga mengaku tidak pernah mengenal dan bertemu dengan Andi.

“Kenal di mana, apa pernah bertemu, saya enggak tahu (Andi Narogong),” ujarnya.

Baca: Korupsi E-KTP, Marzuki Alie: Sumpah Mati, Sumpah Pocong, Sumpah Mubahalah…

Maret 2017 lalu, politikus Partai Demokrat itu pun telah melaporkan Andi ke Bareskrim. Ia menganggap pencatutan namanya sebagai bentuk pencemaran nama baik. Ia menyebut Andi Narogong sebagai orang yang tidak tahu diri.

Pancatutan nama ini, kata Marzuki, tidak hanya terjadi di kasus proyek e-KTP saja. Sebelumnya, ia pun sempat disangkut-pautkan dalam isu penyimpangan proyek pembangunan Gedung DPR.

“Saya anggap ini sebagai ujian dari Tuhan,” ucapnya.

 

Artikel Lain