Hukum

JPU Mencabut Banding, Status Ahok Berubah Jadi Narapidana

Ahok
Terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melambaikan tangan saat tiba di rumah tahanan LP Cipinang, Jakarta, Selasa (9/5/2017).

Kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), I Wayan Sudirta mengatakan, pihaknya menghormati keputusan jaksa penuntut umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang mencabut upaya banding atas vonis majelis hakim dalam kasus penodaan agama.

Menurut Wayan, pengajuan banding atau pencabutan adalah hak sepenuhnya jaksa.

“Ya, tidak masalah kita kan tidak bisa mencanpuri kewenangan mereka. Tidak perlu intervensi. Itu sudah diatur dalam KUHAP punya hak banding punya hak mencabut,” ujarnya, Kamis (8/6/2017).

Dengan pencabutan banding tersebut, maka berkas kasus penodaan agama akan dikembalikan ke PN Jakarta Utara dan vonis majelis hakim akan berkekuatan hukum tetap alias inkrah.

Dengan demikian, kata Wayan, status kliennya akan berubah menjadi narapidana.

“Dengan dua-duanya mencabut berkas itu akan kembali ke pengadilan. Lalu keputusan menjadi inkrah. Jadi status tahanan Pak Ahok akan menjadi narapidana,” jelas Wayan.

Sebelumnya, JPU memutuskan mencabut upaya banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta untuk kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama. Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Hasoloan Sianturi menuturkan keputusan pencabutan banding dilakukan pada 6 Juni 2017 kemarin.

Meski demikian, tidak ada penjelasan rinci mengenai alasan alasan pencabutan gugatan tersebut. Menurut Hasoloan, tidak tertulis alasan dalam surat pencabutan gugatan.

“Iya benar, jaksa mencabut upaya banding pada 6 Juni 2017. Alasannya tidak disertakan dalam surat,” ujar Hasoloan

Dengan adanya pencabutan pengajuan banding, maka jaksa menyatakan menerima sepenuhnya vonis majelis hakim yang menghukum Ahok dua tahun penjara.

“Prosesnya kami akan mengirimkan surat pencabutan gugatan. Setelah di Pengadilan Tinggi, surat akan diberikan kepada majelis hakim yang telah dibentuk untuk sidang gugatan,” jelasnya.

Sebelumnya, Ahok terlebih dahulu mencabut gugatan atas vonis tersebut.

 

Artikel Lain