Pemerintahan

Jangan Harap Ahok Bisa Jadi Menteri, Ini Penjelasannya

jokowi ahok
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Jurnalpolitik.com – Isu perombakan (reshuffle) kabinet kembali berhembus kencang. Beberapa nama bermunculan sebagai calon kuat menggantikan sejumlah menteri di Kabinet Kerja.

Salah satu nama yang ikut disebut adalah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kekalahannya dalam Pilgub DKI 2017 ini memastikannya tak lagi menjabat setelah Oktober mendatang.

Sementara itu, Ahok yang dikenal dekat dengan Presiden Jokowi diisukan akan diangkat menjadi salah satu menteri.

Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago menilai Jokowi tidak akan berani memberi posisi menteri untuk Ahok. Pasalnya, mantan Bupati Belitung Timur itu sudah tercoreng kasus penodaan agama.

“Titel Ahok sebagai penista agama akan memberatkannya (masuk kabinet). Kecuali dia tidak menyandang judul tersebut, mungkin mulus,” ujar Pangi, Minggu (30/4).

Dengan adanya kasus tersebut, Ipang — sapaan akrab dosen UIN Jakarta itu, yakin Jokowi tidak akan nekat menjadikan Ahok sebagai menteri.

“Karena Jokowi nggak mau terbebani oleh Ahok. Dan ini soal keberlasungan Jokowi di Pipres 2019,” ujarnya.

Jokowi, menurut Ipang, juga pasti sudah membaca sentimen dan isu yang bisa membuatnya blunder, memicu ketidaksukaan, serta ujung-ujungnya kegaduhan karena keputusan sendiri yang memantik polemik.

Di sisi lain, pemerintahan Jokowi sangat membutuhkan stabilitas politik.

“Jadi saya kira, dengan status yang dibebankan ke Ahok dan jabatannya masih tinggal enam bulan lagi, sangat tipis Ahok akan diangkat jadi menteri,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Direktur Voxvol Center itu.

 

Artikel Lain