Dunia

Publik Malaysia Puji Jokowi Terkait Aturan Paspampres di Jalan Raya

Jurnalpolitik.com – Kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang sering menjadi perbincangan di dalam negeri bahkan luar negeri.

Salah satu media online ternama asal negeri jiran Malaysia, Sinar Harian, memberitakan soal kebiasaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam melakukan tugas kepresidenan.

Dalam berita yang berjudul ‘Jokowi tidak gunakan siren, kurangi pengiring’ edisi 8 April 2017 itu menuliskan tentang kebijakan Jokowi yang memangkas jumlah iring-iringan mobil Presiden, dari yang awalnya sebanyak 15 menjadi hanya 7 kendaraan di setiap konvoinya di jalan raya.

Di berita itu juga disebutkan, Jokowi hanya melibatkan beberapa kendaraan seperti Mercedes-Benz G Class, Mercedes-Benz S600 Guard serta sepeda motor Honda Goldwing dan Yamaha FZ1.

Selain mengurangi kemacetan, pengurangan jumlah kendaraan pengiring tersebut tentunya memperlancar pergerakan Presiden itu sendiri.

Sebagaimana tampak dalam video eksklusif yang diunggah oleh Kementerian Sekretarian Negara Indonesia pada 6 April 2017 lalu tentang Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dalam menjalankan tugas pengawalan.

Media Malaysia, Sinar Harian, memuji kebijakan Presiden Jokowi soal konvoi kepresidenan.

Video tersebut memperlihatkan rombongan Presiden tidak menggunakan raungan sirene untuk menghargai pengguna jalan yang lain. Juga agar tidak menimbulkan kebisingan.

Mengetahui hal tersebut, para pengguna jalan pun mengacungkan jempolnya tanda menghargai pula apa yang dilakukan oleh rombongan Jokowi kala itu.

Bukan hanya tidak menggunakan siren, konvoi kepresidenan juga tidak melakukan penutupan jalan yang mana kerap menyusahkan warganya sendiri.

Video tersebut dibuat saat Jokowi melakukan perjalanan dari Istana Bogor, Jawa Barat menuju Istana Merdeka, Jakarta.

Hingga kini,  video berdurasi empat menit itu sudah ditonton lebih dari 24 ribu kali.

Sinar Harian memuji kebijakan Presiden Jokowi tersebut dan menyebutkan keputusan itu membuat rakyat Indonesia menjadi lebih menghormatinya sebab dari hal kecil seperti itu bisa menjadi bukti seorang Presiden memikirkan kemaslahatan rakyatnya.

Kebiasaan  Jokowi yang tidak suka dengan iring-iringan yang berisik oleh sirene dan kerap membuat macet jalanan ini pun menjadi sorotan publik Malaysia. Tampak kekaguman mereka pada sosok Jokowi lewat komentar-komentar yang mereka tuliskan di Sinar Harian. Bukan hanya memuji keputusan Jokowi itu, tapi juga mereka membandingkan dengan pejabat pemerintah di Malaysia sendiri.

Berikut beberapa contoh komentar-komentar dari netizen Malaysia:

“Itulah yg terbaik buat Presiden Indonesia.ikut cara rakyat yang bersabar hadapi kesesakan jalan raya. Tak macam kat malaysia org politik semuanya nak senang menyusahkan pengguna jalan raya. Seharusnya semua menteri & ahli politik ikut cara Presiden Indonesia,” komentar Zaharin Mohamed.

“Ini yang dinamakan pemimpin berjiwa Rakyat kerana ingin merasakan apa itu perasaan yang memeritkan semasa menlalui Jalan yang sesak,” komentar Nazan Wan.

“Pemimpin kt Malaysia perlu contohi pemimpin dr negara seberang ni,” tulis Uja Irdina.

“Itulah pemimpin berjiwa rakyat..!!” tulis Stevan soosai.

Jokowi di mata dunia

Memang tak bisa dipungkiri, sosok Jokowi di mata dunia dianggap ikonik dan berpengaruh.

Dilansir dari sejumlah lembaga survei internasional, menunjukkan popularitas Jokowi membubung tinggi oleh gebrakan-gebrakan yang dilakukannya.

Selain itu, latar belakangnya sebagai pengusaha mebel juga menjadi kisah yang memotivasi banyak orang. Sosok Jokowi telah mampu membuka mata banyak orang bahwa ‘semua orang bisa menjadi presiden’.

The Royal Islamic Strategic Centre (MABDA) membuat daftar 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia pada tahun 2016 lalu, dan nama Jokowi bertengger di urutan ke-13.

Daftar itu menyorot para muslim yang memiliki pengaruh besar terhadap dunia muslim. MABDA mencatat, Jokowi sebagai sosok yang berpengaruh atas latar belakangnya, yang datang bukan dari golongan elit atau militer, namun dipercaya rakyat menjadi Presiden.

Jokowi dinilai memberikan pengaruh besar di tengah masyarakat melalui pencapaiannya, dari pengusaha mebel sampai ke jabatan nomor satu se-Indonesia.

Bahkan, kepopuleran Jokowi membuat dirinya kemudian ‘diduplikatkan’ menjadi sebuah patung lilin di Museum Madame Tussauds Hong Kong.

Jokowi menjadi orang Indonesia ketiga yang diwujudkan dalam bentuk patung lilin di Museum Madame Tussauds, setelah Presiden RI ke-1 Soekarno dan penyanyi kondang Anggun C Sasmi.

 

Artikel Lain