Hukum

Siap-siap, Akan Ada Kasus Baru yang Lebih Besar dari E-KTP

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengungkapkan bahwa pihaknya tengah membidik kasus baru yang yang lebih besar dari kasus e-KTP.

Awalnya, Agus membicarakan setiap orang berpotensi melakukan tindak pidana korupsi. Menurutnya, telah banyak contoh kasus yang menjerat penyelenggara negara hingga pihak swasta.

“Kalau saya memberikan contoh banyak sekali kejadiannya. Contoh paling sederhana, Rp 2,3 triliun (kerugian proyek e-KTP) itu salah satu kasus yang sekarang baru ramai. Tapi yang lebih besar dari itu juga masih ada,” kata Agus saat memberikan pidato di Institut Perbanas, Jakarta, Rabu (15/3/2017)..

Menurut Agus, potensi kerugian negara dari kasus baru ini lebih besar dari kasus korupsi e-KTP. Namun, kasus itu tidak melibatkan banyak pihak.

“Ada yang kerugian indikasinya lebih besar (dari kasus e-KTP), tapi kalau pelakunya tidak sebesar hari ini,” ucap Agus.

Meski demikian, ia enggan menjelaskan lebih jauh soal penyelidikan kasus tersebut. “Enggak boleh lempar isu. Nanti dikira saya berpolitik,” ucap Agus.

Dalam dakwaan kasus korupsi e-KTP, banyak pihak yang disebut menerima dana hasil korupsi e-KTP tahun 2011-2012.

Korupsi terjadi sejak proyek itu dalam perencanaan serta melibatkan anggota legislatif, eksekutif, Badan Usaha Milik Negara, dan swasta.

Hingga saat ini, baru ada dua terdakwa dalam kasus tersebut, yakni mantan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Sugiharto, dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman.

 

Artikel Lain