Dunia

Kunjungi Indonesia, Raja Arab Saudi Akan Bertemu Habib Rizieq?

Raja Salman Bin Abdul Aziz
Raja Salman Bin Abdul Aziz

Jurnalindonesia.id – Kabar rencana Raja Arab Saudi Salman Bin Abdul Aziz menyempatkan diri bertemu pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, menyebar di media sosial.

Bulan Maret 2017 mendatang, Raja Salman akan mengadakan kunjungan kenegaraan kepada Presiden Jokowi untuk membicarakan hubungan bilateral. Salman akan berada di Indonesia selama satu minggu.

Kabar menyebutkan, salah satu agenda Raja Salman di Indonesia adalah bertemu Habib Rizieq Shihab.

Kabar tersebut sampai ke telinga Imam besar dari New York, Amerika Serikat Shamsi Ali. Shamsi pun mengapreasiasi seandainya kabar tersebut benar.

“Kita mengenal ketokohan beliau dan ini positif kalau memang ada agenda pertemuan tersebut. Habib Rizieq ini seorang tokoh, diakui atau tidak, dia seorang pemimpin,” terang Shamsi usai menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk ‘Tantangan dakwah jelang kembalinya kejayaan Islam’ di Kampus Universitas Islam Assyafi’iyah, Jakarta, Selasa (24/1).

Selain Shamsi, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Assyafi’iyah UIA, Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, juga menyambut baik kabar rencana pertemuan Raja Salman dan Habib Rizieq tersebut.

“Jadi kalau kabar itu benar bahwa akan ada pertemuan tersebut maka kita menyambut baik,” ujar pria yang akrab disapa Bang Dailami.

Menurut anggota DPD DKI ini, bisa saja pertemuan tersebut terjadi karena ada aksi super damai 212 yang melibatkan jutaan massa umat Islam berkumpul di Monas dengan berzikir dan salawat.

“Aksi tersebut dengan kecepatan informasi menyebar ke seluruh dunia, termasuk Arab Saudi. Tentu saja nama Habib Rizieq yang dikenal ketokohannya dalam aksi tersebut, mungkin membuat Raja Salman menghendaki bertemu dengan Habib Rizieq,” kata Bang Dailami.

Sementara Rektor UIA Masduki Ahmad berharap pemerintah bersedia memberikan kemudahan dan fasilitas kalau memang ada rencana pertemuan antara Raja Salman dan Habib Rizieq.

Meski demikian, belum ada kepastian ada pertemuan antara Raja Salman dengan Habib Rizieq dalam kunjungan kenegaraan itu.

Juru Bicara Kemenlu RI, Armanatha Nasir mengatakan, saat ini pemerintah masih fokus membahas tanggal dan waktu kunjungan resmi Raja Salman.

“Waktu rencana kunjungan saja masih dibahas,” ujar dia kepada Republika.co.id, Selasa (24/1).

Armanatha tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai agenda Raja Salman di Indonesia, termasuk rencana pertemuannya dengan Habib Rizieq. Informasi kedatangan Raja Salman baru akan disampaikan Kemenlu setelah selesai pembahasan.

Rencana kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia disampaikan Presiden Joko Widodo saat mengumumkan kenaikan kuota jamaah haji Indonesia 2017 di Istana Negara, Jakarta. Menurut Presiden, Raja Salman dijadwalkan akan berkunjung pada Maret mendatang. Ini adalah kunjungan balasan setelah sebelumnya, pada September 2015 lalu, Presiden Jokowi bertemu Raja Salman saat melakukan kunjungan ke Arab Saudi. Kesempatan itu digunakan Jokowi untuk meminta tambahan kuota haji bagi Indonesia.

Dan pada kunjungannya selama sepekan nanti, Raja Salman akan bertemu dengan sejumlah pihak yang ada di Indonesia.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengonfirmasi, banyak isu yang akan dibahas dalam kunjungan Raja Salman. Salah satunya, kata Fahri, soal penambahan kuota jamaah haji Indonesia.

Ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/1/2017), Fahri mengungkapkan, tujuan lain kedatangan Raja Arab Saudi ke Indonesia sebagai nostalgia hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi di masa pemerintahan sebelumnya. Raja Arab Saudi juga ingin membantu masyarakat Indonesia.

Sementara dikonfirmasi mengenai siapa aja pihak termasuk tokoh lain yang rencananya ditemui Raja Arab Saudi, Fahri enggan mengungkapkan. Dia hanya mengatakan, kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia harus disikapi serius demi kepentingan Indonesia. Alasannya, Arab Saudi adalah Negara besar secara perekonomian.

“Urusannya besar.‎ Nah dengan urusan besar itu lah beliau datang. Jadi, pihak yang mau ditemui ya sebanyak mungkin,” tuturnya.

Selain itu, Fahri menambahkan, Raja Arab Saudi dalam kunjungan ke Indonesia membawa serta ‎800 staf pemerintahannya.

“Bahkan memang mereka sambil jalan itu mau sambil rapat juga. Kalau enggak salah dia datang ke Indonesia, juga ke Malaysia,” katanya.

Sebelumnya, Fahri Hamzah menerima kunjungan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi di Indonesia, Osamah Mohammed Alshuibi. Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Selasa 17 Januari 2017 di Gedung DPR.

 

Artikel Lain