Legislatif

Soal Kuota Haji, Fadli Zon: Tak Ada Penambahan tapi Dikembalikan Semula

fadli zon
Fadli Zon

Jurnalpolitik.com – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal kenaikan kuota haji RI.

Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Rabu 11 Januari 2017 menyampaikan kuota haji Indonesia tahun ini naik 52.000, dari 168.800 orang pada 2016 menjadi 221.000 orang.

Fadli Zon menilai, sejatinya tidak penambahan dari kuota haji tersebut. Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan normalisasi kuota untuk Indonesia yang sempat dikurangi.

“Pada 2013, pemerintah Arab Saudi melakukan pemotongan kuota haji Indonesia. Kebijakan tersebut didasarkan pada pertimbangan Masjidil Haram yang sedang direnovasi. Jadi, kuota haji yang awalnya 211.000 dikurangi menjadi 168.800,” kata Fadli melalui pesan tertulisnya, Jumat (13/1).

Normalisasi atau pengembalian kuota haji untuk Indonesia dilakukan karena proses renovasi komplek Masjidil Haram telah rampung. Menurutnya, meningkatnya kuota haji tahun ini bukan karena keberhasilan pemerintah.

“Ini bukan prestasi luar biasa. Kebijakan serupa juga dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi kepada negara lain seperti India dan Qatar. Jika pun ada peningkatan kuota, jumlahnya baru mencapai 10.000. Tidak cukup signifikan. Antrean jemaah haji masih tetap panjang,” tegasnya.

Fadli mendorong pemerintah melakukan diplomasi dengan Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan pemerintah Arab Saudi untuk penambahan kuota. OKI adalah lembaga yang berperan menentukan kuota haji bagi negara-negara di dunia.

“Jika ingin ada peningkatan kuota yang signifikan, selain kepada pemerintah Arab Saudi, upaya diplomasi Indonesia juga harus dilakukan terhadap OKI. Agar kesepakatan tersebut dapat ditinjau ulang secara global,” imbuh Fadli.

 

Artikel Lain