Hukum

Ini Penjelasan Polisi Soal Frasa ‘Fitsa Hats’

Kombes Martinus Sitompul
Kombes Martinus Sitompul (Foto: Bartanius Dony/detikcom)

Jurnalpolitik.com – Frasa ‘Fitsa Hats’ sedang hits di sosial media setelah Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan Novel Bamukmin sengaja salah menyebut tempat bekerjanya dahulu. Di dokumen BAP, frasa ‘Fitsa Hats’ muncul.

Polri menjelaskan, setiap keterangan saksi ditulis apa adanya oleh penyidik.

“Dalam hal ini, apa yang ditulis di situ adalah apa yang disampaikan oleh saksi. Apa yang sudah dilakukan, ini di-print out dan dikembalikan kepada yang diperiksa atas mekanisme yang dilakukan harus dibaca. Apabila ada kalimat yang tidak tepat, bisa dikoreksi saat itu juga,” jelas Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di kantornya, Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan (4/1/2017).

Kemudian Martinus menjelaskan, dalam pembuatan hasil BAP, bisa dua hingga tiga kali dicetak. Jadi, begitu ada satu kalimat saja yang tidak sesuai, langsung disunting saat itu juga. Begitu semua kalimat sudah sesuai dengan apa yang disampaikan terperiksa, langsung ditandatangani oleh penyidik dan terperiksa.

Identitas Novel yang tertulis di persidangan

Identitas Novel yang tertulis di persidangan

Menurut Martinus, tanda tangan tersebut memiliki dua makna. Yaitu yang diperiksa mengerti apa yang ditulisnya, dan bertanggung jawab atas yang tertulis.

“Tanda tangan ada artinya, itu dia mengerti apa yang ditulisnya, yang dinyatakannya, sehingga dalam BAP itu ada tanda tangan pemeriksa dan yang diperiksa,” terang Martinus.

“Kedua adalah, sebuah tanda tangan itu merupakan satu tanggung jawab. Ada dua hal yang harus dipahami, dan dia bertanggung jawab atas apa yang disampaikannya. Jika sudah ditandatangani, kami menyatakan BAP tersebut sudah sah,” lanjutnya.

Pro kontra soal Fitsa Hats di sosial media

Pro kontra soal Fitsa Hats di sosial media

Namun Martinus tidak mau berkomentar lebih jauh tentang penulisan tersebut. Karena, menurutnya, itu sudah menjadi ranah pengadilan.

“Bagi Polri, kami tidak akan mengomentari. Kami tidak ingin masuk atau mengomentari yang ada di ruang sidang,” pungkasnya.

Sedangkan Novel mengaku kurang memperhatikan pada saat membuat pelaporan. Hingga akhirnya muncul frasa ‘Fitsa Hats’ yang sebenarnya merujuk ke Pizza Hut tersebut.

 

Tuliskan Pendapat Anda

Powered by Facebook Comments

You Might Also Like