Pemilu, Pilkada

Ahmad Dhani: Saya Dianggap Pejuang Islam di Bekasi

Musisi Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet mendatangi gedung KPK memprotes pelarangan pertunjukan 'Panggung Rakyat Tangkap Ahok', di Jakarta, 2 Juni 2016. (Foto: TEMPO/Arkhelaus)
Musisi Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet mendatangi gedung KPK memprotes pelarangan pertunjukan 'Panggung Rakyat Tangkap Ahok', di Jakarta, 2 Juni 2016. (Foto: TEMPO/Arkhelaus)

Jurnalpolitik.com – Musisi Ahmad Dhani mengaku, kasus yang kni tengah membelitnya justru membuat elektabilitasnya sebagai calon wakil bupati di Pilkada Kabupaten Bekasi 2017 meningkat.

“Mempengaruhi, katanya elektabilitas saya naik disana, karena saya dianggap pejuang Islam di Bekasi,” ucapnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/12).

Bahkan, akibat kasus yang menimpanya ini, Dhani menyebut elektabilitasnya tak terbendung.

“Iya semakin naik. Kelihatan kok di grassroot katanya saya tak terbendung,” tutur dia.

Ayah dari Al, El, Dul ini menyerahkan proses hukum kasusnya kepada Yusril Ihza Mahendra. Dhani menjelaskan dirinya memercayai penuh penasihat hukumnya itu.

“Kita sudah serahkan kepada bang Yusril (Yusril Ihza Mahendra). Bang Yusril bilang katanya tidak perlu pra pradilan dulu, yaudah,” kata dia.

Dhani meyakini kasus yang tengah menjeratnya tidak akan disidangkan di Pengadilan.

“Saya enggak yakin,” singkatnya.

Pun menjelaskan alasan dirinya yakin bahwa Dhani menilai pasal yang dikenakan kepada dirinya sudah dihapus oleh Mahkamah Konstitusi (MK), sehingga, ia yakin kalau kasus yang tengah menjeratnya kini tidak akan masuk ke meja hijau.

“Pasalnya enggak cocok, karena kalau kita bicara filosofi hukum yah penghinaan terhadap Presiden itu udah ada lalu dihapus oleh MK. Tidak mungkin menjadi zombie hidup lagi di pasal lain itu filosofi hukum. Dan Presiden itu tidak termasuk penguasa dalam penghinaan terhadap penguasa, banyak sekali contohnya. Selain itu saya orasi di 411 itu dilindungi oleh Undang-Undang, bukan KUHP,” tandasnya.

Untuk diketahui, polisi telah menangkap 11 orang sebelum aksi damai 2 Desember 2016 berlangsung, karena diduga melakukan makar.

Dari sebelas orang tersebut, delapan orang diantaranya ditetapkan sebagai tersangka kasus makar, dua orang tersangka kasus ITE, dan salah satu lainnya, yakni musisi Ahmad Dhani ditetapkan sebagai tersangka kasus penghinaan terhadap penguasa Pasal 207 KUHP.

Delapan orang tidak ditahan dan tiga orang yang ditahan, yakni Sri Bintang Pamungkas, tersangka kasus dugaan makar, dan dua orang lainnya atas nama Jamran dan Rizal Korbar terkait pelanggaran UU ITE.

Ketiganya kini ditahan di rutan narkoba Polda Metro Jaya.

 

Tuliskan Pendapat Anda

Powered by Facebook Comments

Lainnya