Hukum, Legislatif

Dipanggil Bareskrim, Eko Patrio: Minta Izin Presiden Dulu

eko patrio
Anggota DPR RI periode 2014-2019 Eko Patrio (kiri) dan Krisna Mukti (kanan) saat mengikuti pelantikan anggota DPR RI di Gedung Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2014).

Jurnalpolitik.com – Bareskrim Polri melakukan pemanggilan terhadap anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio untuk diminta keterangan, Kamis (15/12/2016).

“Kami akan meminta klarifikasi atas pernyataan yang dia (Eko) sampaikan. Kami sudah layangkan surat ke dia,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Agus Andrianto saat dihubungi.

Meski demikian, Agus tidak menjelaskan lebih lanjut terkait masalah apa yang hendak diklarifikasi Polri kepada Eko.

Namun, Sekretaris Fraksi PAN di DPR Yandri Susanto menuturkan bahwa pemanggilan Eko tersebut soal pemberitaan media online di mana Eko menyebut pengungkapan bom Bekasi pada Sabtu (10/12/2016), hanyalah pengalihan isu kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Yandri kemudian menyangkal bahwa Eko pernah mengatakan hal tersebut. “Eko nggak pernah ngomong begitu,” ucap Yandri di Kompleks Parlemen Senayan.

Menurut Yandri, Eko tak akan memenuhi pemanggilan tersebut. Alasannya, ada prosedur yang belum dilalui polisi sebelum memangil anggota DPR, yakni mendapat izin dari Presiden.

Wakil Kepala Polri Komjen Syafruddin sebelumnya meminta masyarakat tak meremehkan kasus-kasus terorisme yang belakangan ini ditangani Polri.

Menurut dia, banyak sentimen negatif yang menyebut penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 Anti-Teror merupakan upaya pengalihan isu.

“Teroris itu (masalah) serius ya, jangan ada komentar bahwa itu pengalihan isu atau sebagainya,” ujar Syafruddin di kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Rabu (14/12/2016).

Syafruddin mengatakan, banyak anak buahnya yang rela berbulan-bulan meninggalkan keluarganya untuk melacak keberadaan teroris.

Mereka berupaya mencegah, jangan sampai terjadi ledakan yang merugikan masyarakat dan berdampak pada stabilitas nasional.

(baca: Wakapolri: Waka Polri: Anak Buah Saya 1 Tahun Tak Bertemu Anak-Istri untuk Menangkap Teroris, Jangan Bilang Itu Pengalihan Isu!)

Terorisme tak hanya tumbuh subur di Indonesia. Bahkan, di negara-negara lain seperti Mesir dan Turki, kelompok teroris merupakan ancaman utama untuk ditaklukkan.

“Alhamdulillah Indonesia bisa kita tanggulangi, antisipasi. Bisa tangkap sebelum meledak,” kata Syafruddin.

 

Tuliskan Pendapat Anda

Powered by Facebook Comments

Lainnya