Hukum

Aher Bingung Soal Daya Ledak Bom Panci di Bekasi, Ini Penjelasan Teknis Polisi

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher)

Jurnalpolitik.com – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) sebelumnya mengaku heran dengan penemuan bom di Bekasi yang disebut dengan istilah Bom Panci. Ia heran lantaran penamaan bom yang menurutnya unik.

“Bom panci itu sudah ditangani kepolisian. Bom panci hehe, itu siapa sih yang bikin? Istilahnya bom panci segala,” ucapnya, seperti dikutip Bisnis.com.

Di hadapan wartawa kemudian ia bertanya bagaimana daya ledak bom panci tersebut. Dengan berguyon dia mengaku penasaran dengan bom panci yang heboh tersebut. “Bahaya nggak sih bom panci itu? Pancinya meledak nggak?” ujarnya.

Selain itu di lini masa Twitter juga banyak netizen yang mempertanyakan bagaimana bom seberat 3 kg itu bisa memiliki daya ledak dengan radius 300 meter.

Seperti akun di bawah ini misalnya, yang mengungkapkan keheranannya soal daya ledak bom panci tersebut.

Lalu, ada pula yang mempertanyakan proses peledakan bom tersebut oleh Tim Gegana Polri.

Seperti akun Facebook Budi Ihsan yang menuliskan sbb (redaksi hanya mengubah kesalahan ketik dan pemakaian huruf besar/kecil):

“Katanya itu bom sudah diikutin 4 hari dari solo-pondok Kopi-Bekasi. Akhirnya ditemukan di bekasi. Beratnya 3 kilo. Setara dengan bom di JW Marriot. Radius ledakan 300 meter-an. Kemudian polisi menjinakkan bom tersebut dengan cara diledakkan di lokasi. Masyarakat pun disuruh minggir. Bom pun meledak. tus….
Lah kok pelan banget. Katanya yang diledakkan cuma 1/5 bgian dari 3 kilo bom yg ada.

Gimana cara polisi ngambil 1/5 bagian bom itu….dicomot…dicolek….emang bentuk dan testur bomnya kaya gimana…gak jelas….yang jelas kok bisa diledakan sebagian…..? Ini tidak seperti yang sering dilakukan polisi dalam menjinakan bom.

Baca selengkapnya di sini

bom-panci

Penjelasan Teknis Polisi

Menanggapi kontroversi tersebut, seorang sumber yang merupakan ahli bom senior Mabes Polri yang ikut menangani kasus ini menceritakan bahwa bom rakitan yang dibuat di Solo itu pada dasarnya terdiri dari casing yang berupa pressure cooker dan di dalamnya diisi dengan campuran high and low explosives.

”Yang low itu misalnya ada bubuk petasannya atau potasium nitrat dan yang high itu ada unsur TATP atau Triacetone triperoxide peroxyacetone. Juga ada switch dan detonator juga paku yang berfungsi sebagai shrapnel (benda keras yang berfungsi ibarat peluru saat bom meledak, Red). Semuanya rakitan, hasil uji coba, dan (hasil, Red) belajar pelaku dari telegram, kecuali pancinya yang pabrikan,” kata sumber itu pada Beritasatu.com, Kamis (15/12).

Sebelumnya, masih kata sumber tersebut, bom TATP juga pernah ditemukan dalam penggerebekan klandestin laboratorium di Cibiru, Bandung 2011, dan juga bom Alam Sutera bermotif pemerasan pada Oktober 2015 lalu.

TATP sering juga disebut sebagai “ibunya setan” alias mother of satan, karena ledakannya yang dahsyat dan gampang untuk merakitnya. Bahannya bisa dengan mudah didapat dan dijual bebas di toko kimia, seperti aseton dan asam sulfat.

”TATP ini ada beberapa ramuan dan rumusan yang bisa dibuat, serta banyak beredar di internet. Tetapi mereka ini melakukan penyelidikan dan teknik tertentu, seperti campurannya dipanaskan dan diukur dengan termometer. Dimodifikasi intinya,” katanya.

Campuran itu lalu dimasukkan dalam casing yang solid, karena rumusnya adalah casing yang solid akan meningkatkan efek ledakan sepanjang racikannya sempurna dan bagus.

“Saya melihat sih racikan kemarin sudah bagus dan bisa meledak, namun memang harus dilakukan uji bakar pada sampelnya untuk mengetahui secara pasti velocity of detonation-nya (VoD, kecepatan rambat ledakan). Bom akan berefek pada radius 300 meter di daerah terbuka itu sifatnya adalah perkiraan karena bahan bom sekitar 3 kg, setelah dikurangi berat panci,” tambahnya.

Jika sempurna VoD TATP adalah 5.300 meter/detik. Masih kata sumber tersebut, yang dimaksud radius 300 meter itu adalah perkiraan jangkauan shrapnel yang akan berhamburan di wilayah terbuka dari bom saat kemasan bom pecah dan benda di dalamnya mental berhamburan keluar dan mencederai serta merusak apa pun di sekitarnya. Jadi bukan efek bakar.

”Bom yang kemarin itu, sepertinya, juga dipicu dengan secara teknik delay, bukan direct. Jadi pelaku menarik switch dan kemudian ada efek delay. Misalnya dia bisa sambil berlari ke arah sasaran dan 12 detik kemudian bom meledak,” sambungnya.

Sumber yang kerap menangani berbagai kasus bom dan hafal bomb signature (ciri khas pembuat bom) dari jaringan teroris di Indonesia ini juga menyebutkan alasan saat bom panci di Bekasi itu diledakkan, relatif tidak mengeluarkan bunyi yang keras serta merusak.

”Karena dimusnahkan menggunakan water jet disrupter. Semacam air yang ditembakkan dengan tekanan dan kecepatan tinggi. Jadi bom itu dirusak tanpa sempat meledak. Kalau meledak pun, tetapi tidak dipicu dan tidak merusak. Proses disrupter juga tidak dimasukkan dalam wadah tertutup atau tong, tetapi di lokasi terbuka. Kalau dimasukkan wadah tertutup bisa berfungsi jadi casing bom juga dong tongnya,” tutupnya.

 

Tuliskan Pendapat Anda

Powered by Facebook Comments

You Might Also Like