Hukum

Rachmawati: Emang Rp 300 Juta Cukup untuk Makar?

Rachmawati Soekarnoputri
Rachmawati Soekarnoputri dalam jumpa pers di kediamannya di Jalan Jatipadang Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016). Terlihat di sebelah kiri (foto) Rachmawati, yakni penasihat hukumnya Yusril Ihza Mahendra dan Wakil Rektor Universitas Bung Karno (UBK) Teguh Santosa (paling kiri foto).

Jurnalpolitik.com – Rachmawati Soekarnoputri, salah satu yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan makar, balik bertanya kepada wartawan saat ia ditanya soal kabar adanya transfer dana sebesar Rp 300 juta untuk upaya makar.

“Kalau soal transfer itu, dana ke mana pertanyaan saya. Kalau misalnya untuk demo, di dalam surat ke polda, orang demo itu kan perlu logistik, makan, minum, itu biasa,” kata Rachmawati saat jumpa pers di kediamannya di Jalan Jatipadang Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2016).

Rachmawati menilai, besaran dana Rp 300 juta untuk makar tidaklah cukup.

“Umpamanya ada uang Rp 300 juta untuk makar, cukup apa enggak? Itu paling untuk jajan makan bakso, minum,” kata Rachmawati.

Ia mengatakan kerap mendapat proposal pengajuan dana dari pihak tertentu untuk kegiatan sosial.

“Tapi kan saya pilih-pilih dan saya kan bukan kongloemerat di sini,” kata Rachmawati.

Baca: Rachmawati Bersama 20 Ribu Orang akan Datangi Gedung DPR/MPR Ajukan Petisi

Ia juga membantah dirinya meminta-minta dana ke konglomerat untuk kegiatannya.

“Lalu sponsor dari mana, saya enggak pernah minta-minta sama konglomerat,” ujar Rachmawati.

Soal tudingan tentang adanya pertemuan di rumahnya, Rachmawati mengatakan ia punya berbagai kegiatan, misalnya bertemu teman atau untuk kegiatan mengurus kampus Universitas Bung Karno (UBK).

“UBK kan juga saya pimpim walupun dari rumah. Jadi kalau ada rapat-rapat secara berkala untuk evaluasi UBK,” kata Rachmawati.

 

Tuliskan Pendapat Anda

Powered by Facebook Comments

You Might Also Like