Pemerintahan

APBD 2017 DKI Naik 3 Triliun, Djarot: Plt akan Diminta Pertanggungjawaban

ahok jarot
Ahok dan Djarot

Jurnalpolitik.com – Pemerintah Provinsi dan DPRD DKI Jakarta akhirnya sepakat untuk meloloskan Raperda APBD 2017 sebesar Rp 70,28 triliun. Angka tersebut meningkat 4,65 persen dibandingkan APBD 2016 yang hanya mencapai Rp 67,16 triliun. Sedangkan pendapatan direncanakan sebesar Rp 60,89 triliun atau naik 3,21 persen.

Dalam penjelasannya, pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono (Soni) mengungkapkan, kenaikan tersebut merupakan efisiensi dari sisa APBD sebelumnya. Jumlah itu juga didapat dari sisa penerimaan pajak retribusi.

“Setelah dimasukkan kan jumlahnya Rp 63 triliun sekian, kenaikannya juga nggak signifikan tapi APBD nya ditambah sisa Rp 5,6 triliun bekas penerimaan pajak retribusi juga,” kata Sumarsono atau yang akrab disapa Soni, di Balai Kota, Selasa (06/12).

Selain itu, Sumarsono juga menjelaskan ada anggaran sisa untuk pengadaan daging, tetapi tidak jadi digunakan. “Sebenarnya itu adalah anggaran cadangan yang diisi lupa kalau ditotal dengan pengeluaran maka total APBD itu menjadi total 70,28 triliun itu prinsip,” bebernya.

Di samping kenaikan pendapatan, juga ada kenaikan belanja yang difokuskan untuk penyediaan lahan. Salah satunya penambahan taman kota dan kawasan hijau, hal itu membutuhkan lahan yang tidak sedikit.

“Saya kira itu penting di Jakarta yang semakin padat untuk menghiasi Jakarta. Juga untuk makam, tapi lebih penting lagi pengadaan lahan untuk Rusun kita punya target 11.500 Yang harus dipenuhi dan kita butuh lahan jadi semata mata kalo ada kenaikan lebih banyak lahan dan infrastruktur untuk pengendalian banjir,” jelasnya.

Sumarsono memastikan pengesahan APBD 2017 pada 19 Desember nanti. “Semua harus selesai sebelum awal Januari sehingga 1 Januari pemerintahan bisa mulai beraktivitas,” tandasnya.

Minta pertanggungjawaban

Menanggapi hal tersebut, calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat menilai, tidak masalah jika APBD DKI 2017 diubah oleh Plt. Menurutnya, yang terpenting adalah subtansinya tidak berubah.

Meski demikian, Djarot menyakini, Sony tidak akan macam-macam melakukan perubahan jauh dari substansi pembangunan ibu kota.

“Enggak apa-apa. Makanya nanti secara substansial akan kita lihat. Enggak apa-apa. Saya yakin secara substansial tidak dirubah, saya yakin itu. Paling yang diubah yang kecil-kecil,” katanya seusai mengikuti pengajian di Jalan Radio Dalam VII, Jakarta Selatan, Selasa (6/12).

Mantan Wali Kota Blitar ini menduga, perubahan dalam APBD DKI 2017 karena adanya pembahasan antara eksekutif dengan legislatif. Walaupun begitu, dia menyerahkan masalah pembahasan itu kepada Tim Anggaran Pemerintahan Daerah (TAPD) DKI.

“Kita kan punya tim anggaran eksekutif yang betul-betul sudah memahami substansi. Kan ada Pak Sekda, Bappeda, BPKAD dan semua SKPD. Jadi mereka memahami itu,” terangnya.

Djarot percaya TAPD DKI yang akan mampu mempertahankan proporsi anggaran dalam APBD DKI. Sehingga setelah nanti dirinya bersama pasangannya Basuki Tjahaja Purnama kembali aktif, akan meminta laporan dan pertanggungjawaban dari mereka.

“Saya percaya dan kita lihat saja nanti ya. Tentunya kita akan bisa minta informasi dan pertanggungjawaban dari tim anggaran eksekutif,” tutupnya.

 

Artikel Lain