Pemerintahan

Rachmawati cs Lobi Pimpinan DPR/MPR Gelar Sidang Isitimewa

Rachmawati Sukarnoputri
Rachmawati Sukarnoputri

Sejumlah tokoh yang mengaku tergabung dalam Gerakan Selamatkan NKRI, Rachmawati Sukarnoputri berencana mendatangi komplek parlemen, untuk menemui pimpinan DPR dan MPR.

Diantara para tokoh tersebut termasuk Rachmawati Sukarnoputri dan musisi Ahmad Dhani. Mereka memilih untuk tidak ikut aksi “Bela Islam Jilid III” yang akan digelar hari ini. Mereka menemui pimpinan DPR/MPR untuk mendesak digelarnya sidang istimewa.

“Besok saya akan ke MPR, untuk memberikan resolusi atau maklumat kepada MPR, agar segera melakukan sidang istimewa,” ujar Rachmawati saat konferensi pers di Hotel Sari Pan Pacific, Jakata Pusat.

Ia menilai keterpurukan bangsa ini salah satunya disebabkan oleh amandemen Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

Baca: Rachmawati Soekarnoputri dan Ratna Sarumpaet Diamankan ke Mako Brimob Atas Tuduhan Makar

Putri Presiden pertama RI, Sukarno itu menilai sudah seharusnya UUD 1945 dikembalikan ke subtsansi semula dan karenanya harus digelar sidang istimewa.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap mendukung aksi “Bela Islam Jilid III,” walaupun tidak bisa ikut bergabung.

Gerakan Selamatkan NKRI menyambangi DPR, menurut Rachma, adalah aksi yang berbeda dengan aksi di lapangan Monas. Oleh karena itu ia mengaku tidak khawatir terhadap ancaman dari pemerintah.

“Ini aksi yang berbeda, dan kita sudah mengirimkan pemberitahuan,” ujarnya.

Adapun Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan sudah mengimbau sebelumnya agar panitia dan peserta aksi 2 Desember 2016 di silang Monas menjaga komitmen untuk menciptakan suasana yang damai. Sebab, Zulkifli mengingatkan agar semua peserta menaati kesepakatan yang telah dibuat, termasuk soal lokasi aksi.

Ia pun mengatakan bahwa pihak DPR dan MPR tak akan menerima massa yang jika nantinya melakukan aksi di depan Gedung DPR/MPR seperti aksi unjuk rasa 4 November 2016 kemarin. “Kalau ada yang ke Gedung DPR/MPR itu melanggar kesepakatan dan kami tidak akan menerima mereka,” kata Zulkifli.

Ia mengatakan, sudah ada kesepakatan yang detail soal waktu, lokasi, dan tata cara aksi yang akan digelar besok. Zulkifli menyatakan, kesepakatan tersebut merupakan bentuk komitmen semua pihak terkait untuk menghadirkan suasana damai sepanjang aksi berlangsung.

“Kan namanya aksi super-damai 2 Desember. Akan diisi dengan berdoa, berzikir, shalat Jumat, dan ceramah. Itu bagus sekali,” ujar Zulkifli. “Makanya, harus kita jaga supaya tetap damai. Caranya ya patuhi kesepakatan yang telah dibuat,” kata dia.

 

Artikel Lain