Hankam, Hukum

Dikenai Pasal Makar, Ahmad Dhani dan 7 Lainnya Terancam Penjara Seumur Hidup

Musisi Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet mendatangi gedung KPK memprotes pelarangan pertunjukan 'Panggung Rakyat Tangkap Ahok', di Jakarta, 2 Juni 2016. (Foto: TEMPO/Arkhelaus)
Musisi Ahmad Dhani dan Ratna Sarumpaet mendatangi gedung KPK memprotes pelarangan pertunjukan 'Panggung Rakyat Tangkap Ahok', di Jakarta, 2 Juni 2016. (Foto: TEMPO/Arkhelaus)

Jurnalpolitik.com – Dalam konferensi pers Mabes Polri, Divisi Humas Mabes Polri mengungkapkan bahwa pihaknya telah menangkap 10 orang termasuk Rachmawati Soekarnoputri dan Ahmad Dhani.

Delapan orang diantaranya dikenai pasal tentang makar atau upaya menjatuhkan pemerintahan yang sah, yakni pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP, juncto Pasal 87 KUHP.

“Di antaranya dikenakan Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP, juncto Pasal 87 KUHP,” kata Karopenmas Mabes Polri Kombes Rikwanto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (2/12/2016).

“Untuk Pasal 107 ancaman pidana seumur hidup atau paling lama 20 tahun,” sambung Rikwanto.

Kesepuluh orang yang ditangkap berinisial AD, E, AD, KZ, FA, RA, RS, SB, JA, dan RK.

Sementara dua orang lainnya yaitu JA dan RK dikenakan Pasal 28 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Pasal 107 KUHP berbunyi:

(1) Makar dengan maksud untuk menggulingkan pemerintah, diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.

(2) Para pemimpin dan pengatur makar tersebut dalam ayat 1, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Kemudian Pasal 110 KUHP berbunyi:

(1) Permufakatan jahat untuk melakukan kejahatan menurut pasal 104, 106, 107, dan 108 diancam berdasarkan ancaman pidana dalam pasal-pasal tersebut.

(2) Pidana yang sama diterapkan terhadap orang-orang yang dengan maksud berdasarkan pasal 104, 106, dan 108, mempersiapkan atau memperlancar kejahatan:

1. berusaha menggerakkan orang lain untuk melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan agar memberi bantuan pada waktu melakukan atau memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan;

2. berusaha memperoleh kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan bagi diri sendiri atua orang lain;

3. memiliki persediaan barang-barang yang diketahuinya berguna untuk melakukan kejahatan;

4. mempersiapkan atau memiliki rencana untuk melaksanakan kejahatan yang bertujuan untuk memberitahukan kepada orang lain;

5. berusaha mencegah, merintangi atau menggagalkan tindakan yang diadakan pemerintah untuk mencegah atau menindas pelaksanaan kejahatan.

(3) Barang-barang sebagaimana dimaksud dalam butir 3 ayat sebelumnya, dapat dirampas.

(4) Tidak dipidana barang siapa yang ternyata bermaksud hanya mempersiapkan atau memperlancar perubahan ketatanegaraan dalam artian umum.

(5) Jika dalam salah satu hal seperti yang dimaksud dalam ayat 1 dan 2 pasal ini, kejahatan sungguh terjadi, pidananya dapat dilipatkan dua kali.

Sedangkan, Pasal 87 KUHP berbunyi:

Dikatakan ada makar untuk melakukan suatu perbuatan, apabila niat untuk itu telah ternyata dari adanya permulaan pelaksanaan, seperti dimaksud dalam pasal 53.

 

Tuliskan Pendapat Anda

Powered by Facebook Comments

Lainnya