Pemerintahan, Pemilu, Pilkada

Agus Kaget Saat Tahu Pemprov DKI Punya Saham di Perusahaan Bir

agus yudhoyono

Jurnalpolitik.com – Salah satu program yang diusung calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), adalah mengurangi masalah sosial yang ditimbulkan oleh minuman keras (miras). Meski demikian, Agus mengaku baru tahu kalau Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sendiri sebenarnya memiliki saham di perusahaan bir.

“Saya belum tahu kalau itu ada, saya akan pelajari lebih lanjut nanti,” kata Agus usai mengikuti pertemuan dengan komunitas-komunitas Betawi di Kramat Sentiong, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016), sebagaimana dikutip Kompas.com.

Agus mengungkapkan, pihaknya akan serius menangani peredaran miras di Jakarta. Walaupun belum menjelaskan lebih jauh langkah konkret untuk menghentikan peredaran miras, Agus memastikan dia akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menerapkan sanksi tegas bagi siapapun yang melanggar aturan terkait miras.

“Kami berharap justru semakin terbuka ruang terbuka hijau di mana muda-mudi bisa berkumpul, berinteraksi secara positif dan terhindar dari miras,” kata Agus.

Asal Muasal Kepemilikan Saham

Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI Jakarta memiliki saham di PT Delta Djakarta Tbk, pemegang lisensi produksi dan distribusi beberapa merek bir internasional.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa DKI telah menanam saham sebesar 26,25 persen di perusahaan tersebut sejak tahun 1970.

Sebelumnya Ahok pernah ditanya soal asal muasal kepemilikan saham di perusahaan bir. Dan Ahok mengaku tidak terlalu mengetahuinya. Dia hanya mengetahui, kepemilikan saham sejak tahun 1970.

“Tanya Ali Sadikin kali. Aku juga lupa tahun 1970 masih ngompol,” canda Ahok di Balai Kota, jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (10/4/2015).

Selain itu, Ahok mengaku juga heran dengan kebijakan Pemprov DKI pada tahun 1970, sehingga dapat memiliki saham di perusahaan bir. Menurutnya, hanya mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin yang bisa menjawabnya.

“(Mungkin) sama kayak dulu Ali Sadikin berpikir bahwa butuh menangani beras supaya bisa memenuhi kebutuhan warga DKI, makanya dia dengan beberapa orang membentuklah PT Food Station Tjipinang untuk menjadi gudang beras, kalau yang itu pikirannya saya sudah tahu,” terang Ahok.

Lanjut Ahok, setelah membentuk PT Food Station Tjipinang, Ali Sadikin membuat kasino di Ancol, Jakarta Utara. “Dia (Ali Sadikin) izinkan (membuat kasino) supaya bisa bangun Puskesmas sama sekolah. Nggak ada yang protes tuh,” ungkapnya.

Berbicara kasino tidak lepas dari keberadaan bir. Mantan Bupati Bangka Belitung Timur ini menduga daripada import bir dari Filipina atau Belanda, kemungkinan mengundang perusahaan dari Filipina untuk membangun pabrik bir di Jakarta.

“Toh banyak yang suka minum bir, saya sih nggak suka, pahit, kalau bir Jerman ada yang saya suka tuh, sambil makan sosis,” kata Ahok.

“Mungkin akhirnya dibentuk (pabrik), terus saya kurang tahu. Nah dari tahun 1970 PT Delta Djakarta Tbk jalan terus sampai hari ini. Terus tiba-tiba karena gubernurnya Ahok jadi salah semua. Kalau gitu mugkin yang kasino dulu harus dibongkar juga tuh kan lucu, kalau kamu tanya ke saya kenapa, saya juga nggak ngerti dari tahun 1970 itu,” tutupnya.

Sandiaga dan Penjualan Saham Pemprov di Perusahaan Bir

Terkait kepemilikan saham di perusahaan bir PT Delta Djakarta Tbk, Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Sandiaga Uno juga sudah pernah menanggapi sebelumnya.

Ia menegaskan, jika terpilih nanti akan menghentikan keikutsertaan saham di perusahaan tersebut.

“Kalau saya simpel ajalah kedepannya kalau saya jadi wakil gubernur saya akan jual. Enggak pantas bahwa ibu kota negara dengan muslim terbesar di dunia, punya saham di perusahaan bir. Buat saya itu sih nggak masuk akal,” kata Sandiaga di Rawasari Timur, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016).

 

Tuliskan Pendapat Anda

Powered by Facebook Comments

You Might Also Like