Hankam

TNI Siap Jihad Hadapi Demo Lanjutan Anti Ahok

jokowi di atas tank
Presiden Joko Widodo saat mengecek pasukan Marinir dalam apel pasukan di Markas Korps Marinir Jakarta Selatan, Jumat (11/11/2016).

Jurnalindonesia.id – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan seluruh prajuritnya siap mengantisipasi agenda tersembunyi dalam demonstrasi lanjutan perkara penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Gatot menyatakan akan menindak tegas para demonstran yang mengarah pada tindakan makar. Dia mengatakan, para prajuritnya siap menghadapi para demonstran dan menyebut tugas itu sebagai jihad.

“Prajurit TNI sejak dia masuk, dia sudah memenuhi syarat untuk melakukan jihad. Prajurit saya bukan penakut, setiap akan melakukan tugas, (mereka) berebut. Mereka ingin jadi pahlawan,” kata Gatot di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (21/11).

Gatot memerintahkan seluruh Panglima Komando Utama (Pangkotama) untuk melindungi masyarakat. Menurutnya, ketenangan masyarakat tidak boleh diganggu hanya karena kepentingan segelintir atau sekelompok orang-orang tidak bertanggung jawab.

“Bila itu tindakan makar, itu bukan hanya tugas polisi. Pangkotama saya minta siapkan prajurit-prajuritnya untuk dilatih,” kata dia.

Ia menambahkan, intelijen TNI dan Polri juga sudah memetakan pihak-pihak yang menjadi otak perancang demonstrasi hingga para pelakunya. Prajuritnya akan mencegah demo yang bisa berubah menjadi aksi perusakan fasilitas umum dan penjarahan.

“Tadi teleconfrence dengan Kapolda, Danrem, Pangdam, Danlanud, Pangkotama, semua pejabat TNI di semua daerah. Saya perintahkan anggota TNI juga Polri, kita tujuannya untuk wujudkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” kata Gatot.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu memastikan, dalam pengamanan demonstrasi nanti prajuritnya tidak akan menggunakan senjata saat berhadapan dengan para demonstran. Termasuk ketika ada demonstran yang melawan aparat dengan senjata. Hal itu dilakukan agar TNI agar tidak dituding melanggar hak asasi manusia (HAM).

“Apabila ada kelompok yang akan jihad bersenjata, akan kita lawan dengan tidak bersenjata dengan tangan kosong. Tapi saya perintahkan rampas senjatanya kembalikan, saya tidak melanggar HAM,” ujarnya.

Gatot juga sudah memerintahkan jajarannya tidak ragu menindak tegas para pihak yang membuat gaduh aksi demo tersebut. Bahkan, TNI dan Polri akan mencari aktor di balik aksi itu jika kerusuhan terjadi.

“Kalau ada penjarahan jangan ragu-ragu untuk tindak tegas, TNI dan Kepolisian untuk cari temukan siapa pun yang ajak demo, sutradara dan aktornya, mereka yang akan tanggung jawab,” ucap Gatot.

Dia menegaskan prajurit TNI siap mengamankan aksi unjuk rasa bersama Polri demi menjaga keamanan dan ketertiban, serta melindungi semua lapisan masyarakat.

Demonstrasi lanjutan rencanaya akan diadakan pada 25 November di Gedung DPR RI. Seminggu berikutnya, aksi juga akan dilakukan pada 2 Desember di depan Bundaran Hotel Indonesia oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI. (pmg/yul/CNN Indonesia)

Artikel Lain