Dunia

Demonstrasi Anti-Trump Meluas, Trump: Kita akan Bersatu dan Kita akan Menang, Menang, Menang!

Donald Trump
Donald Trump (REUTERS/Mike Segar)

Jurnalpolitik.com – Presiden Amerika Serikat (AS) yang baru terpilih, Donald Trump, menyerukan pada warganya untuk bersatu. Hal tersebut untuk menindaklanjuti adanya penolakan dari warga AS yang hingga kini makin meluas.

Seruan Trump tersebut disampaikan lewat akun twitter resmi @realDonaldTrump. Cuitan itu disuarakan Trump sekitar pukul 22.10 WIB, Sabtu (12/11/2016) atau sekitar pukul 10.10 pagi waktu setempat.

Trump yakin persatuan dapat membawa keberhasilan AS.

“Ini akan menjadi pembuktian pada waktu yang tepat dalam kehidupan dari semua orang Amerika. Kita akan bersatu dan kita akan menang, menang, menang!” kicau Trump.

Pasca kemenangannya setelah mengalahkan Hillary Clinton dalam Pilpres AS, Trump melakukan sejumlah konsolidasi termasuk bertemu Presiden Barack Obama untuk membahas transisi kekuasaan.

Selain itu Trump juga aktif bicara melalui akun twitternya termasuk menyatakan tengah menyiapkan kabinet pemerintahannya.

Situasi sejumlah wilayah di AS saat ini bergolak dengan adanya demonstrasi menentang Trump. Demo dilakukan warga di New York, Los Angeles dan Washington DC, Minneapolis, Texas, Chicago, Boston, Philadelphia, Los Angeles, San Francisco. (Baca: Ribuan Warga AS Turun ke Jalan Tolak Donald Trump jadi Presiden)

Soal demonstrasi para penentangnya, Trump sempat mengecamnya karena dianggap tidak adil. Namun belakangan Trump memuji semangat para demonstran dalam membela AS.

“Menyukai fakta bahwa sekelompok kecil demonstran semalam memiliki semangat untuk negara kita yang hebat. Kita semua akan bersama-sama dan bangga bersama!” kicau Trump pada Jumat (11/11) waktu AS.

Dalam pesan yang dilansir sejumlah media, Trump berjanji akan mengupayakan perdamaian yang adil dan abadi antara Israel dan Palestina.

“Saya meyakini bahwa pemerintahan saya bisa memainkan peranan penting dalam membantu pihak-pihak dalam mencapai perdamaian yang adil dan abadi,” ucap Trump dalam pesan yang dirilis surat kabar Israel Hayom dan dilansir AFP, Sabtu (12/11).

Bukan cuma itu, Trump lewat sebuah wawancara bahwa dia terbuka untuk mempertahankan bagian utama dalam Undang-undang Reformasi Kesehatan yang dibuat Obama. Padahal pada masa kampanye Trump berjanji mencabut UU tersebut.

Namun pertemuannya selama satu setengah jam dengan Obama membuatnya memikirkan ulang seruannya untuk menghapus UU Reformasi Kesehatan tersebut.

“Saya bilang pada dia, saya akan mempertimbangkan sarannya, dan karena rasa hormat, maka saya akan melakukannya,” ujarnya di Trump Tower.

Tuliskan Pendapat Anda

Powered by Facebook Comments

Lainnya