Pemerintahan

Jokowi Kunjungi Markas TNI dan POLRI, Fadli Zon: Maksudnya Apa, Mau Suruh Tentara Lawan Rakyat?

jokowi ke kopassus
Presiden Joko Widodo ketika menemui prajurit Kopassus di Mako Kopassus Cijantung, Kamis (10/11/2016). (Foto: Kompas)

Jurnalpolitik.com – Langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kunjungi markas TNI dan Polri pasca aksi demonstrasi 4 November 2016 mengundang kecurigaan dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Menurut Fadli, langkah Jokowi itu bisa menimbulkan beragam tafsir di masyarakat. Apalagi, kata dia, pada kesempatan itu Jokowi sempat menyatakan dirinya bisa menggerakkan pasukan elite TNI dalam keadaan darurat.

“Jangan mengirim sinyal yang salah. Datang ke tentara, polisi, itu bagus tapi enggak usah dikomentari, (pasukan-red) ini siap digerakan dalam darurat,” ujar Fadli dalam acara Kongres Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA-KAMMI) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Sabtu (12/11/2016).

Baca juga:

Jokowi Kunjungi Markas TNI dan POLRI, Rachmawati: Apakah Jokowi Mau “Head to Head” TNI dengan Rakyat?

Jusuf Kalla: Fahri Hamzah Jangan Cuma Berpikir tentang Bagaimana Jatuhnya Pemerintahan

Fadli menambahkan, mestinya Jokowi tidak perlu menampilkan kesan unjuk kekuasaan dalam di depan pasukan TNI dan Polri. Sikap ini, lanjut dia, bisa memperkeruh suasana di tengah maraknya sorotan publik terhadap Istana.

“Maksudnya apa? Masa tentara disuruh melawan rakyat, kan mereka itu anak kandung rakyat. Jangan mengirim sinyal yang salah dan menimbulkan perspektif berbeda,” ucapnya.

 

Tuliskan Pendapat Anda

Powered by Facebook Comments

Lainnya