Dunia

Presiden Erdogan: Saya Tak Peduli Jika Saya Disebut Diktator

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengabaikan kritikan Uni Eropa terkait penangkapan para anggota parlemen dari Partai Rakyat Demokratik (HDP) yang pro-Kurdi.

Erdogan mengatakan, Turki kini bukan lagi negara yang harus mematuhi perintah dari negara lain.

“Saya tak peduli jika saya disebut diktator atau apapun. Itu hanya masuk telinga kanan dan keluar dari telinga kiri,” kata Erdogan, Minggu (6/11/2016), saat menerima gelar doktor honoris causa.

“Yang terpenting bagi saya adalah bagaimana rakyat menyebut saya,” tambah dia.

Erdogan menambahkan, negara-negara Barat seharusnya memahami bahwa dia hadir untuk melayani dan bukan mendominasi rakyat Turki.

Pernyataan keras Erdogan ini muncul setelah para pejabat Uni Eropa mengkritik Ankara terkait penangkapan sembilan anggota parlemen, termasuk dua pemimpin HDP pada 4 November lalu dengan tuduhan terlibat terorisme.

Kritikan terhadap pemerintahan Erdogan semakin tajam setelah sehari kemudian polisi menangkap seorang jurnalis harian oposisi Cumhuriyet.

Namun, pemerintah Turki mengatakan, semua orang yang ditangkap itu diduga terlibat dalam aktivitas terorisme.

Turki bahkan mengkritik Uni Eropa yang dianggap tak memberi dukungan penuh bagi negeri itu dalam memerangi terorisme.

“Eropa secara keseluruhan justru mendukung terorisme. Meski memasukkan PKK (Partai Pekerja Kurdistan) sebagai organisasi teroris. Kami melihat jelas bagaimana PKK beraksi begitu bebas di Eropa,” kata Erdogan.

Erdogan menambahkan, dia juga sudah menyerahkan 4.000 daftar nama terduga teroris kepada kanselir Jerman, Angela Merkel, tetapi Jerman tak berbuat apa-apa.

Tuliskan Pendapat Anda

Powered by Facebook Comments

You Might Also Like