Pemerintahan

Roy Suryo: Come on, Tak Perlu Alasan Jalan Tertutup, Presiden Bisa Naik Helikopter

Roy Suryo
Wketum Partai Demokrat Roy Suryo

Jurnalpolitik.com – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo menanggapi soal Presiden Joko Widodo yang tidak menemui demonstran pada aksi 4 November 2016 kemarin.

Presiden sebelumnya tidak menemui pendemo karena pada Jumat siangnya berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta untuk meninjau proyek infrastruktur.

Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dari bandara, Presiden terus berkomunikasi dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.

Pramono mengatakan, tiga sampai empat kali Presiden berkomunikasi dengan Mensesneg dan Seskab untuk kembali ke Istana. Namun, karena situasi di jalan yang dianggap tak memungkinkan, Pasukan Pengamanan Presiden menyarankan agar Jokowi jangan dulu kembali ke Istana.

“Jadi itu tak dilakukan,” ujar Pramono.

Presiden baru kembali ke Istana pada malam harinya setelah kerusuhan berhasil diredam dan pedemo meninggalkan lokasi.

Sementara itu Roy Suryo menganggap alasan yang dikemukakan Pramono Anung tersebut tidak masuk akal. Menurut Roy, Jokowi bisa menggunakan helikopter untuk kembali ke Istana dan menemui perwakilan pedemo.

“Presiden bisa diterbangkan naik Helikopter Kepresidenan Super Puma langsung menuju Helipad di dalam Lingkungan Istana dan tidak perlu memberikan alasan macet atau jalan tertutup dimana-mana,” kata Roy Suryo kepada kompas.com, Minggu (6/11/2016).

Come on, di era Bung Karno saja Presiden bisa dengan cepat diterbangkan dari dan ke Istana, kenapa sekarang di era Jokowi malah tidak dimanfaatkan Helikopter tersebut,” tambah dia.

Roy meyakini, jika Jokowi menerima perwakilan pedemo, kondisi bisa diredam dan kerusuhan pun tidak perlu terjadi.

Sebab, salah satu tuntutan pedemo adalah ingin bertemu dengan Presiden. Mereka, kata Roy, ingin menyampaikan langsung aspirasinya mengenai proses hukum terhadap calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dianggap menistakan agama.

“Dimungkinkan demo selanjutnya tidak akan berlanjut panas seperti kemarin, karena Tokoh-tokohnya sudah bertemu Presiden,” ucap Roy.

Roy pun mempertanyakan sikap Presiden yang baru muncul ke publik pada dini hari dan menyatakan kerusuhan ditunggangi aktor-aktor politik.

“Sebaiknya Presiden tidak mudah memberikan tuduhan terbuka semacam itu, apalagi kalau tidak segera ditindaklanjuti dengan bukti-bukti berdasarkan fakta,” ucapnya. (Baca: Soal Demo 4 November, Fadli Zon: Kalau Ada Aktor Politik, Sebut Dong Biar Kita Tahu)

Akibat Presiden tak bisa menemui perwakilan pendemo, negosiasi sempat alot. Perwakilan pendemo tidak bersedia bertemu dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Akhirnya, setelah negosiasi lebih jauh, perwakilan pendemo bersedia menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Usai pertemuan dengan tiga orang perwakilan pendemo selama 30 menit, Kalla menyatakan bahwa Kapolri telah berjanji menyelesaikan kasus Ahok dalam waktu dua pekan.

Artikel Lain