Legislatif, Nasional

Mengaku Kapok dengan Kasus UPS, Lulung Tolak Tanda Tangani APBD-P DKI 2016

lulung lunggana
Abraham Lunggana alias Haji Lulung

Jurnalpolitik.com – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham “Lulung” Lunggana mengungkapkan bahwa dirinya tidak ikut ambil bagian dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) DKI 2016.

Selain itu, ia juga menolak menandatangani APBD-P 2016 saat pengesahan nanti.

Lulung mengatakan hal tersebut ia lakukan lantaran tidak ingin kejadian seperti kasus Uninterruptible Power Supply (UPS) terulang lagi.

“Jelas dong trauma, karena kan saya tidak pernah melakukan itu tapi saya di-bully, dihajar, kan enggak bener tuh,” ujar Lulung saat dihubungi, Kamis (6/10/2016).

Sebagaimana diketahui, pengadaan alat UPS merupakan salah satu program yang ada pada APBD-P 2014. Program pengadaan UPS menjadi masalah karena dinilai tidak diperlukan oleh sekolah-sekolah.

Selain itu, harga UPS juga dinilai terlalu mahal dari harga asli.

Lulung sempat diperiksa berkali-kali oleh Bareskrim Polri karena kasus itu. Hal itu karena Lulung dulu merupakan koordinator Komisi E.

Komisi E diketahui sebagai komisi di DPRD DKI yang memasukkan anggaran pengadaan alat UPS tersebut.

Meski tidak membahas dan tidak menandatangani, Lulung akan tetap hadir ke sidang paripurnanya.

“Kita apresiasi teman-teman yang sudah melakukan pembahasan,” ujar Lulung.

Dia berpesan kepada pihak eksekutif untuk mengawasi proses lelang di setiap program di APBD-P DKI 2016 nantinya. Hal ini agar kejadian seperti kasus UPS tidak terulang lagi.

“Nanti ada oknum pemprov yang jahil, kemudian efeknya ke Dewan. Padahal yang kelola uang kan bukan DPRD,” ujar dia.

Meski demikian, Lulung membantah bahwa dia meninggalkan tugas-tugasnya sebagai anggota Dewan dengan tidak membahas APBD.

Kata dia, tugas anggota Dewan tidak hanya membahas anggaran, tapi juga dalam hal pengawasan dan pembahasan peraturan daerah.

Dia lebih memilih melakukan tugas Dewan di bidang yang lain.

 

Tuliskan Pendapat Anda

Powered by Facebook Comments

Lainnya