Nasional, Pemilu, Pilkada

Giliran Ratna Sarumpaet Mati Kutu Oleh TNI AU

ratna sarumpaet

Jurnalpolitik.com – Dalam diskusi “Jakarta Tanpa Ahok“, yang diselenggarakan di Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta Selatan, Jumat (11/3/2016), aktivis dan pekerja seni Ratna Sarumpaet sempat melontarkan kritikannya kepada Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ratna mengatakana bahwa Ahok telah membeli tentara, polisi, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ahok bisa beli apa aja, dia sudah beli tentara, dia beli kepolisian, dia beli KPK,” ujar dia dalam diskusi tersebut seperti dikutip Kompas.com 11/03/2016.

Lewat akun Twitter resminya (@_TNIAU), kemudian TNI AU meminta penjelasan terhadap pernyataan Ratna tersebut dengan menanyakan bukti ‘pembelian’ yang dikatakan Ratna sebelumnya seraya melampirkan berita yang mengutip ucapan Ratna tersebut.

Lalu Ratna lewat akun Twitter-nya membalas cuitan tersebut dengan mengatakan bahwa yang ia katakan itu hanyalah asumsi:

ratna

Lalu TNI AU-pun menanggapi jawaban Ratna tersebut:

Seperti yang tertulis dalam UU UU No 34/2004 pasal 7 ttg TNI menyatakan bahwa tugas pokok TNI salah satunya adalah membantu tugas pemerintah di daerah (UU UU No 34/2004 pasal 7 poin b no. 7)

UU TNI AU

Ratna Sarumpaet memang terkenal kerap mengkritisi Gubernur Ahok. Dalam diskusi publik bertajuk ‘Jakarta Tanpa Ahok‘ tersebut, Ratna Sarumpaet juga mengatakan, saat ini Ahok dikelilingi uang sehingga saat ini masyarakat kecil tidak berdaya melawan pemimpin yang telah membeli aparat untuk menyingkirkan orang-orang yang melawan. Masyarakat kecil yang sedikit ini mau melawan tapi tak ada uang.

“Kita yang kecil ini enggak ada uang untuk melawan Ahok. Saya orang tersinggung ketika rakyat kecil dihinakan. Enggak ada rakyat yang mau miskin,” ungkap dia.

Dia tidak menampik prestasi-prestasi yang dicapai oleh Ahok. Namun kata dia, kekurangan Ahok sebagai pemimpin yang kasar menutupi prestasi yang dicapainya.

“Dia berulang kali mengungkapkan ingin menjadi presiden. Jadi gubernur saja dia sudah berani maki-maki orang Jakarta apalagi kalau jadi presiden mau dimaki-maki orang se-Indonesia ini,” tegas dia.

Untuk itu ia mengajak warga DKI untuk menjaga Jakarta dari kepemimpinan Ahok untuk kedua kalinya.

“Mari kita jaga negeri ini dengan kebersamaan yang kuat, ini orang bisa beli apa saja, dia berpikir langit juga bisa dibeli,” tutup dia. (Merdeka.com, 12/03/2016 )

Baca juga: 

Tuliskan Pendapat Anda

Powered by Facebook Comments

Lainnya