Nasional, Pemilu, Pilkada

[Pilgub DKI 2017] Program Dhani: Rakyat Terhibur, Tidak Susah, Bebas Banjir, Seminggu Jakarta Bebas Macet

Ahmad Dhani

Jurnalpolitik.com, Pilgub DKI 2017 – Musisi Ahmad Dhani nampaknya semakin mantap melangkahkan kaki di bursa pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Hal ini ditandai dengan beberapa program dan visi misi yang sudah ia siapkan seandainya nanti terpilih menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta.

Program-program itu ia sampaikan di depan warga Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, di acara “Kasidah Cinta Ahmad Dhani”, Minggu (6/3/2016).

Inilah program-program yang digagas suami Mulan Jameela tersebut:

Rakyat Terhibur, Rakyat Tidak Lapar, Rakyat Tidak Susah

“Visi misi yang penting adalah rakyat terhibur, rakyat tidak lapar, rakyat tidak susah. Punya mental seni budaya yang kuat, lebih pintar agamanya dari kota-kota yang lain,” kata Dhani seperti dikutip Kompas.

“Peradaban itu terdapat dua hal, lebih berkesenian, lebih berbudaya, dan lebih beragama,” ujar Dhani.

Gaji Rp 5-10 juta per bulan untuk Ketua RT dan RW

“Untuk RT dan RW, kita mau coba, asumsinya setiap Ketua RT dan RW digaji Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per bulan,” kata Dhani seperti dilansir Kompas.com. “Kalau saya gambarkan gubernur itu presiden, RT RW itu walikota. Supaya bekerja dengan profesional, karena gajinya profesional.”

Hal itu perlu dilakukan, menurut Dhani, untuk memacu kinerja para ketua RT dan RW di Jakarta. Nantinya, mereka harus melaporkan kegiatan dan kondisi lingkungan setiap bulannya. Contohnya, jika ada warga di lingkungan yang mencurigakan, maka harus dilaporkan.

Intinya, menurut Dhani, Ketua RT/RW mesti responsif terhadap lingkungannya.

Bagi Dhani, nominal Rp 5-10 juta per bulan untuk menggaji RT/RW DKI Jakarta bukanlah hal yang memberatkan. Sebab, Ia meyakini Pemprov DKI Jakarta memiliki anggaran untuk itu.

“Saya yakin bahwa RT dan RW kalau digaji Rp 5 juta per bulan bisa disanggupi,” ujarnya.

Dalam Waktu Seminggu Jakarta Beres dari Sopir Ugal-ugalan dan Parkir Liar

“Dalam waktu seminggu, Jakarta tidak akan bermasalah dengan supir yang ugal-ugalan, yang parkir sembarangan, yang berhenti sembarangan, yang ngetem sembarangan,” kata Dhani sebagaimana diwartakan di laman Tempo.co.

Dengan begitu Dhani berharap tidak akan ada lagi masalah kemacetan akibat ulah pengemudi angkutan umum.

Selain itu akan ada satuan tugas (Satgas) khusus yang menangani kemacetan. Hal itu diperlukan karena ia anggap selama Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok, kemacetan terkesan dibiarkan saja.

Pembatasan Kepemilikan Mobil Pribadi

Program lain Ahmad Dhani untuk mengatasi kemacetan adalah penerapan zero growth terhadap jumlah kendaraan pribadi. “Kalau udah punya mobil, nggak boleh beli mobil lagi,” katanya.

Tangani Banjir, Datangkan Ahli dari Luar

Untuk persoalan banjir, Ahmad Dhani memiliki cara sendiri dalam mengatasinya. “Saya akan menyerahkan pada ahlinya, mungkin tenaga ahli Belanda,” ujarnya.

Tidak Ada Lagi Pengerahan Aparat TNI

Masih di acara dan tempat yang sama, Ahmad Dhani sempat melontarkan kritik kepada Gubernur sekarang, Basuki Tjahaja Purnama, terkait keterlibatan TNI dalam menangani beberapa masalah kemasyarakatan seperti penggusuran Kalijodo dan pembersihan got di pinggir jalan seperti yang Ahok lakukan beberapa hari lalu.

Ahmad Dhani mengatakan, “Masa harus melibatkan TNI. Saya yang dekat dengan keluarga TNI agak gimana gitu,” ujarnya.

Jika terpilih nanti, dia akan menggunakan cara yang berbeda. “Saya tidak akan melibatkan hal-hal yang berbau pamer kekuatan,” ucapnya.

Ahmad Dhani mengaku mendapatkan dukungan Partai Kebangkitan Bangsa untuk maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada 2017 mendatang. Dhani pun bercita-cita membentuk koalisi besar partai Islam dalam pemilihan kepala daerah itu. Koalisi itu, menurut dia, terdiri dari Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Bulan Bintang, dan juga PKB.

Selain itu, Dhani juga mengklaim telah masuk daftar bakal calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra. Pada pertengahan bulan Januari lalu, Ketua Tim Penjaringan Calon Gubernur DKI Jakarta Partai Gerindra Syarif mengusulkan nama Ahmad Dhani sebagai calon Gubernur DKI Jakarta oleh Partai Gerindra, selain Yusril Ihza Mahendra. (Baca: Pilkada DKI 2017: yang Lain Masih Malu-malu, Yusril Sudah Bicara Program)

Sebelumnya, Dhani pernah menyatakan minatnya menjadikan Deddy Corbuzier sebagai wakilnya saat maju pada Pilkada DKI. Sebab, ia menilai Deddy memiliki pemikiran yang cemerlang meskipun tidak memiliki latar belakang politik. Namun niat tersebut kemudian batal. (Kompas.com)

Artikel Lain